Cloudflare Tumbang Serentak, Layanan X hingga OpenAI Terdampak

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 18 November 2025 | 22:02 WIB
Logo Cloudflare. (Foto/cloudflare)
Logo Cloudflare. (Foto/cloudflare)

BeritaNasional.com - Sejumlah besar infrastruktur internet global yang dioperasikan oleh Cloudflare, perusahaan keamanan dan performa web asal Amerika Serikat, mengalami gangguan serius pada Selasa (waktu setempat). Insiden ini menyebabkan munculnya pesan error di jutaan situs web dan mengganggu akses ke platform besar seperti X (sebelumnya Twitter) dan OpenAI.

Menurut laporan dari Downdetector dikutip dari The Guardian, gangguan ini mulai memuncak bersamaan dengan masalah di Cloudflare, penyedia layanan jaringan pengiriman konten (CDN) dan pertahanan serangan DDoS (Distributed Denial of Service). Akibatnya, banyak pengguna internet tidak bisa mengakses situs pelanggan Cloudflare, dan bahkan pemilik situs kesulitan mengakses dasbor performa mereka.

Juru bicara Cloudflare menjelaskan bahwa gangguan ini dipicu oleh lonjakan trafik yang tidak biasa (spike in unusual traffic) pada salah satu layanannya yang dimulai sekitar pukul 11.20 pagi GMT.

"Kami melihat lonjakan trafik yang tidak biasa ke salah satu layanan Cloudflare mulai pukul 11.20 pagi. Hal itu menyebabkan beberapa trafik yang melewati jaringan Cloudflare mengalami error," ujar juru bicara tersebut.

"Kami belum mengetahui penyebab lonjakan trafik yang tidak biasa ini. Kami saat ini fokus memastikan semua trafik dapat dilayani tanpa error," tambahnya.

Meski demikian, pihak Cloudflare menyatakan belum mengetahui penyebab pasti dari lonjakan trafik tersebut, dan menegaskan kecil kemungkinan bahwa insiden ini disebabkan oleh serangan siber, mengingat skala layanan yang besar tidak mungkin memiliki satu titik kegagalan (single point of failure).

Dalam proses perbaikan, Cloudflare dilaporkan menonaktifkan sementara layanan enkripsi bernama Warp di London. Perusahaan itu mengumumkan bahwa mereka sedang melihat pemulihan layanan.

"Kami sedang melihat layanan pulih, tetapi pelanggan mungkin masih mengamati tingkat error yang lebih tinggi dari normal seiring kami melanjutkan upaya perbaikan," tulis Cloudflare pada pukul 12.21 siang GMT.

Insiden ini kembali menyoroti kerentanan infrastruktur internet yang sangat bergantung pada segelintir perusahaan besar. Kejadian ini terjadi kurang dari sebulan setelah Amazon Web Services (AWS) juga mengalami gangguan yang melumpuhkan ribuan situs.

Cloudflare sendiri, yang oleh Prof Alan Woodward dari Surrey Centre for Cyber Security digambarkan sebagai "penjaga gerbang" internet, menyediakan layanan esensial untuk melindungi dan mempercepat performa jutaan situs, aplikasi, dan workload AI di seluruh dunia.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: