Era Baru Internet, Vinton Cerf Rancang Sistem Keamanan untuk Agen AI

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 16 Juli 2026 | 03:00 WIB
Ilustrasi koneksi internet. (Foto/Freepik)
Ilustrasi koneksi internet. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com - Bapak Internet Vinton Cerf tengah menjelajahi wilayah baru yang belum terjamah dalam dunia digital.

Setelah resmi meninggalkan Google beberapa waktu lalu setelah mengabdi selama 20 tahun, tokoh penting di balik protokol internet (TCP/IP) ini rupanya belum mau pensiun memikirkan masa depan dunia digital.

Kini, Cerf bergabung sebagai penasihat di Innovation Labs, sebuah organisasi yang tengah menggarap proyek ambisius. Yakni, membangun arsitektur terbuka agar agen kecerdasan buatan (AI) dapat mengidentifikasi diri sendiri secara aman saat menjelajahi internet.

Ketika Internet Didominasi Interaksi Antar-Robot

Innovation Labs, anak perusahaan dari pengelola registri DNS Identity Digital, memprediksi bahwa masa depan internet tidak lagi didominasi oleh interaksi antarmanusia, melainkan interaksi otonom antaragen AI.

Saat ini, mayoritas agen AI masih bekerja di dalam ekosistem tertutup milik perusahaan masing-masing. 

Namun ke depan, berbagai bisnis menginginkan agen AI yang bisa berselancar bebas di internet terbuka, bertransaksi, dan bekerja sama dengan agen AI lain.

Masalah utamanya adalah kepercayaan. Hingga kini, belum ada standar universal untuk mengidentifikasi, memverifikasi, dan mengaudit tindakan para agen AI di luar jaringan mereka.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Innovation Labs mengusulkan sebuah protokol bernama DNSid. Sistem ini berfungsi layaknya kartu identitas digital yang menghubungkan setiap agen AI dengan nama domain internet resmi yang sudah ada.

Lalu, menggunakan bukti kriptografi untuk mencatat riwayat pendaftaran agen dari waktu ke waktu.

Kemudian, memastikan setiap tindakan agen AI dapat dilacak kembali ke organisasi atau individu yang bertanggung jawab atas pembuatannya.

CEO Sementara Innovation Labs Allie Kline mengungkapkan saat ini pihaknya menguji coba standar DNSid bersama beberapa perusahaan penyedia layanan komputasi awan raksasa (hyperscalers) dan perusahaan keamanan identitas terkemuka.

Vinton Cerf mengakui memberikan identitas pada kecerdasan buatan jauh lebih rumit daripada sekadar mendaftarkan domain situs web biasa. Agen AI bersifat aktif, terus belajar, dan mampu mengambil keputusan sendiri secara dinamis.

"Saya merasa mungkin bisa membantu mereka di saat penamaan dan identifikasi menjadi semakin penting. Hal ini sebagian besar dipicu oleh gagasan agen AI dan pertanyaan tentang otoritas apa yang mereka miliki, dari mana mereka memperoleh otoritas tersebut, siapa yang bertanggung jawab atas perilaku agen dalam konteks ini, dan di mana serta bagaimana identitasnya ditetapkan, dan mengapa Anda memercayainya," ujar Cerf yang dikutip dari TechCrunch pada Rabu (15/7/2026). 

Cerf memprediksi fase transisi ini akan menjadi periode yang sangat menarik sekaligus membingungkan bagi evolusi internet, mengingat lompatan fungsionalitas teknologi yang ditawarkan sangat masif.

Menghindari Monopoli Data Agen AI

Salah satu keunggulan protokol DNSid yang diusulkan oleh Innovation Labs bersifat netral. Organisasi ini tidak berniat memonopoli data registrasi atau memanfaatkannya untuk bisnis AI komersial lain. Hal ini krusial untuk mendapatkan kepercayaan global.

"Saya pikir ada banyak penolakan terhadap perusahaan raksasa yang merilis (standar) dan memiliki data eksklusif tersebut," kata Allie Kline.

Di sisi lain, tantangan terbesar dari implementasi protokol ini adalah fragmentasi teknologi. Jika setiap perusahaan teknologi raksasa bersikeras menggunakan standar keamanan buatan mereka sendiri, agen-agen AI tersebut tidak akan pernah bisa saling berkomunikasi secara universal.

Menurut Cerf, kunci sukses dari adopsi standar ini nantinya bukan terletak pada pembuat kebijakan, melainkan pada tuntutan para pengguna itu sendiri, persis seperti protokol TCP/IP dahulu akhirnya diadopsi secara global untuk menyatukan internet.

Apakah Masa Depan Berbasis Agen AI Ini Tak Terhindarkan?

Ketika ditanya apakah internet di masa depan pasti akan sepenuhnya dijalankan oleh agen-agen AI yang saling bertransaksi, Cerf mengatakan masa depan yang didominasi oleh agen AI sebenarnya tidak mutlak terjadi. 

Namun, ia meyakini manusia pasti akan mencoba mewujudkannya. Sebab, sifat dasar manusia yang menyukai kepraktisan. Jika ada teknologi yang bisa mempermudah pekerjaan mereka, opsi tersebut pasti akan langsung diambil. 

"Saya rasa itu bukan sesuatu yang tak terhindarkan. Tetapi, yang menurut saya tak terhindarkan adalah orang-orang akan mencoba melakukannya.

Pada dasarnya kita adalah makhluk yang malas, dan jika kita menemukan cara untuk meminta agen melakukan sesuatu untuk kita, kemungkinan besar kita akan memilih untuk melakukannya karena itu jauh lebih mudah," tandas Cerf.

Sumber: TechCrunchsinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: