Perang Iran-AS Ancam Pasokan Minyak Dunia, Cadangan Global Kian Menipis
BeritaNasional.com - Memanasnya kembali konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas pasokan minyak dunia.
Kondisi ini dinilai berpotensi memperburuk tekanan terhadap ekonomi global karena cadangan minyak mentah saat ini tidak lagi sebanyak ketika konflik pertama kali pecah.
Ekonom Kona Haque mengatakan situasi saat ini jauh lebih mengkhawatirkan dibanding awal perang pada Februari 2026. Menurutnya, cadangan minyak global yang sebelumnya cukup besar kini telah menyusut secara signifikan.
"Yang menjadi kekhawatiran kami kali ini adalah perang sudah berlangsung lebih dari 100 hari. Ketika konflik dimulai pada Februari, dunia masih memiliki cadangan minyak mentah dan produk kilang yang sangat memadai," ujar Haque, seperti dikutip dari aljazeera. Kamis (16/7/2026).
Ia menjelaskan, memasuki pertengahan Juli, kondisi tersebut berubah drastis. "Sekarang cadangan minyak global telah berkurang cukup tajam. Artinya, dunia memiliki ruang yang jauh lebih kecil untuk menahan guncangan apabila pasokan kembali terganggu," katanya lebih lanjut.
Kekhawatiran itu muncul setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia.
Teheran juga melancarkan serangan rudal dan drone ke sejumlah negara di kawasan Teluk sebagai respons atas serangan terbaru Amerika Serikat.
Perang Iran-AS Gerus Persediaan Senjata Amerika
Di sisi lain, konflik yang berkepanjangan juga mulai membebani kemampuan militer Amerika Serikat.
Laporan analisis menunjukkan Washington telah menghabiskan sekitar setengah dari persediaan sedikitnya empat jenis amunisi strategis sejak operasi militer terhadap Iran dimulai pada akhir Februari 2026.
Selain menguras stok persenjataan, perang tersebut juga disebut telah menelan biaya hingga miliaran dolar AS untuk kebutuhan militer.
Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintahan Presiden Donald Trump yang dijadwalkan menyampaikan pidato dalam forum pertahanan di US Army War College, saat tekanan terhadap kesiapan militer dan biaya perang terus menjadi sorotan.
Konflik Iran-AS yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda diperkirakan masih akan menjadi faktor utama yang memengaruhi harga minyak dunia, rantai pasok energi, dan prospek pertumbuhan ekonomi global dalam beberapa bulan ke depan.
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
HUKUM | 19 jam yang lalu
PERISTIWA | 19 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 20 jam yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 21 jam yang lalu
OLAHRAGA | 13 jam yang lalu
PENDIDIKAN | 2 hari yang lalu






