Brasil Kecam Keras Upaya Trump Pungut Tarif Transit di Selat Hormuz

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Rabu, 15 Juli 2026 | 02:00 WIB
Presiden AS Donald Trump. (Foto/Dokumentasi White House)
Presiden AS Donald Trump. (Foto/Dokumentasi White House)

BeritaNasional.com - Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva mengecam keras usulan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengambil alih Selat Hormuz dan mengenakan tarif transit sebesar 20 persen.

Ia menyebut rencana Trump tersebut sebagai pembajakan. Lula mengatakan hal itu saat berkunjung ke fasilitas laboratorium di Institut Teknologi Maua di Negara Bagian Sao Paulo. 

Komentar tersebut merupakan tanggapan atas unggahan media sosial dan wawancara televisi Trump di mana Trump mengeklaim AS akan bertindak sebagai penjaga Selat Hormuz. AS menuntut pungutan kargo tambahan sebesar 20 persen untuk alasan keamanan.

"Dulu, tindakan itu disebut sebagai pembajakan," kata Lula.

Lula mengatakan, AS sebagai negara yang telah lama memerangi aksi pembajakan, tidak sepatutnya berubah menjadi negara pembajak.

Ia menilai, upaya pemungutan biaya transit maritim itu sebagai tindakan yang tidak demokratis dan tak beradab.

Ia juga menyebut, tak wajar jika ada pihak yang memanfaatkan sebuah tragedi untuk meraup keuntungan dengan mengorbankan pihak lain.

"Harga dari peperangan yang diakibatkan AS ini telah merembet hingga ke harga kacang, beras, dan tomat kita," ujar Lula.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: