PBB Ungkap 48 Juta Warga Afrika Timur Terancam Kelaparan dan Wabah Penyakit
BeritaNasional.com - Wilayah Afrika Timur kini berada dalam situasi darurat global yang sangat mengkhawatirkan. Badan bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan peringatan serius yang menyebut kawasan ini sebagai krisis kemanusiaan di dunia saat ini.
Diperkirakan, 48,5 juta orang sangat membutuhkan bantuan darurat agar dapat bertahan hidup sepanjang tahun ini.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) dalam laporan terbarunya mengungkapkan penderitaan jutaan warga ini dipicu oleh akumulasi berbagai persoalan kompleks.
Mulai konflik bersenjata yang berkepanjangan, gelombang pengungsian masif, hantaman cuaca ekstrem akibat perubahan iklim, penyebaran wabah penyakit, hingga krisis pangan yang kian akut.
Situasi ini diperparah oleh ancaman nyata penyebaran virus Ebola dari Republik Demokratik Kongo (DRC).
"Meskipun wabah Ebola saat ini masih terkonsentrasi di wilayah DRC, risiko penularan lintas batas ke negara-negara tetangga di kawasan Afrika Timur tetap berada pada level yang sangat tinggi," tulis OCHA dalam rilis resminya yang dikutip pada Rabu (15/7/2026).
Lonjakan drastis terlihat jelas pada sektor ketahanan pangan. Memasuki kuartal kedua, jumlah warga yang menghadapi kelaparan parah meningkat tajam menjadi 40,5 juta orang.
Angka ini mengalami kenaikan 1,6 juta jiwa jika dibandingkan dengan kuartal pertama. Berdasarkan data OCHA, penurunan kondisi pangan paling buruk dilaporkan terjadi di empat negara, yakni Sudan Selatan, Kenya, Sudan, dan Tanzania.
Kondisi ekonomi domestik yang sudah rapuh di negara-negara tersebut kian terpukul akibat dampak tidak langsung dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Konflik di wilayah tersebut berimbas pada lonjakan biaya bahan bakar, transportasi, dan harga komoditas pangan global.
Rantai pasokan logistik internasional yang terganggu membuat bantuan kemanusiaan semakin sulit dan mahal untuk disalurkan.
Faktor alam tak kalah kejam. Guncangan iklim dan cuaca ekstrem memaksa hampir 13.000 warga di Burundi kehilangan tempat tinggal.
Secara keseluruhan, populasi pengungsi di Afrika Timur membengkak dari 5,9 juta menjadi 6 juta orang dengan arus pengungsian terbesar tercatat di Sudan Selatan, Uganda, dan Kenya.
Di sisi lain, ancaman kesehatan masyarakat berada di titik kritis. OCHA mencatat kasus kolera pada kuartal kedua meledak lebih dari dua kali lipat menjadi 12.400 kasus.
Selain itu, 457 kasus mpox (cacar monyet) telah terdeteksi, mayoritas ditemukan di kamp-kamp pengungsian yang padat dan wilayah-wilayah terisolasi yang rawan banjir.
Sumber: Xinhua News
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 22 jam yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 22 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 23 jam yang lalu
OLAHRAGA | 16 jam yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 16 jam yang lalu







