Soal Mayjen Achmad Adipati Ada di Lahan Sengketa JK, TNI Ungkap Fakta Sebenarnya

Oleh: Bachtiarudin Alam
Rabu, 19 November 2025 | 18:53 WIB
TNI Achmad Adipati Karna Widjaja. (Foto/Istimewa)
TNI Achmad Adipati Karna Widjaja. (Foto/Istimewa)

BeritaNasional.com - TNI Angkatan Darat (AD) mengungkap fakta terkait keberadaan Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Achmad Adipati Karna Widjaja di lahan sengketa di Makassar, Sulawesi Selatan. Dipastikan, perwira tersebut tidak membekingi lahan sengketa tersebut.

Hal itu disampaikan Kadispenad Kolonel Inf Donny Pramono setelah melakukan serangkaian klarifikasi. Ternyata, Mayjen Achmad Adipati menghadiri urusan lain yang bersifat pribadi.

"Tetapi murni dalam rangka menghadiri rangkaian acara bersifat pribadi, seperti lepas sambut Kapolda Sulawesi Selatan bersama rekan-rekan seangkatan Lemhannas beliau, serta pertemuan internal membahas rencana persiapan reuni mantan anggota Denintel Makassar," ujar Donny saat dihubungi pada Rabu (19/11/2025).

Karena itu, Donny menanggapi foto yang beredar di media sosial dengan narasi membekingi tidaklah benar.

"Seluruh kegiatan tersebut kebetulan berlangsung di kawasan yang lokasinya berdekatan dengan area yang kemudian menjadi perhatian publik," imbuhnya.

Donny mengatakan, hal ini sejalan dengan pemeriksaan internal terhadap Mayjen Achmad Adipati. Dia tidak pernah masuk maupun terlibat dalam eksekusi sita lahan yang kini bersengketa.

"Dengan demikian, tuduhan bahwa yang bersangkutan membekingi salah satu pihak dalam sengketa lahan tersebut tidaklah benar," tandas Donny.

Sebelumnya, isu praktik mafia tanah yang diduga telah menyerobot dan merekayasa kepemilikan lahan milik Wakil Presiden (Wapres) Ke-10 dan Ke-12 Jusuf Kalla (JK) seluas 16,4 hektare di Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Sulawesi Selatan, semakin ramai di media sosial.

Terbaru, beredar narasi terkait jenderal TNI yang hadir dalam eksekusi lahan itu. Dikutip lewat unggahan @bushcoo, narasi keterlibatan perwira itu tertulis dalam keterangan yang ditambah foto di lokasi.

“Tampak seorang pria berpostur gempal dengan rambut plontos, diduga berperawakan militer. Saksi di lapangan menyebut sosok tersebut adalah seorang jenderal yang hadir saat pembacaan eksekusi lahan berlangsung. Namun, hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait identitas maupun alasan kehadiran perwira tersebut,” tulis keterangan dalam akun tersebut.

Sekadar informasi, permasalahan lahan ini turut melibatkan sejumlah pihak seperti PT Hadji Kalla, PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD), Mulyono, dan Manyombalang Dg Solong. Hingga kini, masalah terkait sengketa tanah ini terus bergulir.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: