Tanggal 21 November Ada 4 Momen Bersejarah, Ada Hari Pohon hingga Televisi Internasional

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 20 November 2025 | 14:00 WIB
Warga melintas di bawah Pohon Tabebuya di Jalan Cikini Raya, Jakarta. (BeritaNasional.com/ho/Oke Atmaja)
Warga melintas di bawah Pohon Tabebuya di Jalan Cikini Raya, Jakarta. (BeritaNasional.com/ho/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Tanggal 21 November memperingati hari apa saja? Menarik untuk diketahui bersama bahwa ada beberapa peringatan yang diakui secara nasional maupun internasional. 

1. Hari Pohon Sedunia: Pengingat Pentingnya Menjaga Alam

Hari Pohon Sedunia atau World Tree Day diperingati setiap 21 November sebagai bentuk apresiasi terhadap fungsi pohon dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

Menurut Britannica, sejarah peringatan ini bermula pada 1854 ketika Julius Sterling Morton dan istrinya, Caroline Joy French, pindah ke Nebraska—wilayah yang kala itu hampir tidak memiliki pepohonan. Lingkungan tandus tersebut mendorong Morton mengajak masyarakat untuk mulai menanam pohon sebagai upaya memperindah kawasan dan melestarikan alam.

Gerakan itu berlanjut hingga pada 10 April 1872, Morton mengusulkan satu hari khusus untuk menanam pohon. Pada akhirnya, tanggal 21 November dipilih sebagai peringatan Hari Pohon Sedunia, yang pertama kali dirayakan di Spanyol.

Peringatan ini menjadi momentum penting untuk menyadarkan masyarakat akan peran pohon dalam menjaga kualitas udara, mencegah erosi, hingga menjadi rumah bagi banyak makhluk hidup.

2. Hari Perikanan Sedunia: Menjaga Laut agar Tetap Hidup

Peringatan kedua yang dirayakan pada tanggal yang sama adalah Hari Perikanan Sedunia atau World Fisheries Day. Hari ini ditujukan untuk menyoroti pentingnya menjaga ekosistem laut demi keberlanjutan sumber daya perikanan dunia.

Menurut FAO, Hari Perikanan Sedunia tidak hanya menekankan soal kelestarian stok ikan, tetapi juga mengangkat peran penting pelabuhan perikanan dalam menciptakan keberlanjutan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir.

Momentum ini mengajak dunia untuk mencari solusi atas berbagai permasalahan kelautan seperti:

- overfishing,

- pencemaran laut,

- kerusakan terumbu karang,

- hingga perubahan iklim yang mempengaruhi populasi ikan.

Dengan lebih dari tiga miliar manusia bergantung pada ikan sebagai sumber protein utama, menjaga laut tetap sehat menjadi keharusan.

3. Hari Televisi Sedunia: Mengapresiasi Media yang Mengedukasi

Televisi masih menjadi media komunikasi yang memiliki pengaruh besar meski dunia telah bergerak menuju era digital. Karena itu, Hari Televisi Sedunia diperingati setiap 21 November untuk mengapresiasi peran media televisi dalam berbagai aspek kehidupan.

Hari ini pertama kali ditetapkan melalui Sidang Umum PBB pada 1996. Televisi diakui sebagai medium global yang mampu menyampaikan informasi, mendidik masyarakat, memberikan hiburan, serta membentuk opini publik.

Walaupun kini banyak platform streaming bermunculan, televisi tetap menjadi saluran utama dalam penyebaran informasi cepat, terutama pada peristiwa besar dunia.

4. Hari Halo Sedunia: Membangun Perdamaian lewat Sapaan

Peringatan keempat pada 21 November adalah Hari Halo Sedunia atau World Hello Day. Lebih dari 180 negara ikut merayakan hari ini sebagai bentuk kampanye sederhana untuk menjaga perdamaian melalui komunikasi.

Hari Halo Sedunia diciptakan pada 1973 oleh dua bersaudara, Brian McCormack dan Michael McCormack, sebagai reaksi terhadap Perang Yom Kippur. Mereka meyakini bahwa konflik dapat dicegah jika setiap orang mau membuka komunikasi dan saling menyapa.

Perayaan ini mengajak masyarakat di seluruh dunia untuk menyapa minimal 10 orang sebagai simbol kepedulian dan upaya membangun hubungan yang penuh toleransi.

(Rep/Nissa)sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: