Aksi Tawuran di Jakarta Menurun, Ini Keinginan Gubernur DKI

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Jumat, 21 November 2025 | 15:33 WIB
Puluhan Pemuda Tawuran di Jalan Saharjo Jaksel, Polisi Turun Tangan. (Foto/istimewa).
Puluhan Pemuda Tawuran di Jalan Saharjo Jaksel, Polisi Turun Tangan. (Foto/istimewa).

BeritaNasional.com -  Aksi tawuran disebut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menurun secara signifikan.

Meski tidak menyampaikan persentase penurunan tersebut namun dia optimistis jumlah kejadian tawuran bisa ditekan dengan melakukan pendekatan humanis.

“Kalau dilihat, sebenarnya tawuran sudah mengalami penurunan yang signifikan karena memang kami melakukan pendekatan pada kelompok-kelompok itu tanpa kemudian harus terekspos,” ujarnya. 

Pramono saat dijumpai di Balai Kota DKI Jakarta mengatakan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan kepolisian juga telah melakukan pendekatan yang bersifat humanis di berbagai wilayah Jakarta. Selain bertujuan menekan angka tawuran yang juga terpenting yakni membangun kesadaran positif khususnya di lingkup remaja.

Pramono juga menyampaikan keinginannya agar para remaja Ibu Kota bisa menyalurkan energinya kepada hal-hal positif, salah satunya dengan membuka lapangan pekerjaan melalui pameran bursa kerja atau job fair.

“Maka kenapa kemudian kami membuka job fair di beberapa tempat, dan rata-rata kami juga memberikan kesempatan kepada kelompok ini untuk bisa ikut bekerja di Jakarta,” ungkapnya, Jumat (21/11/2025).

Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Timur mendorong generasi muda untuk beralih dari perilaku tawuran menuju kegiatan positif dan berprestasi, di antaranya melalui olahraga.

Salah satunya Rivai Anwar alias Phalle, yakni pemuda asal Jakarta Timur yang sukses menjuarai ajang Boxing Gladiator di GOR Laga Satria Pakansari, Kabupaten Bogor pada Oktober 2025.

Phalle yang dulu dikenal sebagai sosok yang kerap terlibat dalam aksi tawuran, kini justru menjadi inspirasi setelah meraih gelar juara tinju kelas 70 kilogram dengan mengalahkan lawannya dari Bogor. (Antara)

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: