Kendalikan Inflasi Akhir Tahun, Mendagri Tekankan Persiapan Mobilitas Nataru

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Sabtu, 22 November 2025 | 14:30 WIB
Mobilitas masyarakat saat Nataru, tinggi. (BeritaNasional/Elvis)
Mobilitas masyarakat saat Nataru, tinggi. (BeritaNasional/Elvis)

BeritaNasional.com -  Jelang libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) pemerintah melakukan beberapa kebijakan termasuk pengendalian inflasi akhir tahun.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bersama Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi membahas berbagai persiapan menghadapi Nataru, mulai dari transportasi, keselamatan, cuaca ekstrem serta inflasi.

Menurut Tito, Nataru identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat. Tidak hanya karena perayaan agama tapi kesempatan itu kerap digunakan masyarakat untuk menghabiskan waktu berlibur. Maka pemerintah harus melakukan berbagai persiapan agar mobilitas masyarakat berjalan lancar.

“Sehingga destinasi utamanya, selain pulang kampung ya liburan, ke daerah-daerah tempat liburan,” kata Tito dalam keterangannya di Jakarta.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam pertemuan kedua menteri di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Jakarta, Jumat (21/11/2025).

Dalam pertemuan itu ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah (Pemda) dan aparat keamanan untuk mengantisipasi kerawanan di pusat-pusat keramaian, destinasi wisata dan jalur transportasi utama.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga inflasi menjelang Nataru karena dalam periode ini, tingkat konsumsi masyarakat juga diperkirakan meningkat.

Oleh sebab itu, diperlukan upaya untuk memastikan stok dan harga komoditas pangan tetap terkendali.

"Perlunya mengendalikan tarif transportasi udara selama momen Nataru agar jangan sampai tarif transportasi yang tak terkendali, mengerek inflasi.Dan pada Desember tahun lalu, itu juga sempat turun (inflasinya) bagus karena kebijakannya Pak Dudy menurunkan tarif angkutan,” ujarnya. (Antara)

 

 

 

 

Siapkan skema

Sementara itu, Menhub Dudy mengungkapkan berbagai langkah kesiapan sektor transportasi, terutama pada jalur penyeberangan, perkeretaapian, dan pelayaran di daerah-daerah rawan.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan skema antisipasi lonjakan pergerakan masyarakat serta penguatan keselamatan transportasi.

Selain itu, pihaknya juga melakukan pengawasan terhadap angkutan laut di daerah yang volume penumpangnya tinggi selama Nataru.

Ia menekankan bahwa pada periode Nataru, penumpang sering memaksakan diri untuk naik meski melebihi kapasitas, sehingga perlu diwaspadai.

Menhub memastikan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menambah distribusi pelampung serta mengingatkan operator kapal agar menjaga keselamatan di tengah potensi cuaca ekstrem.

Baca juga: BBKK Bandara Soetta perkuat pengawasan pelaku perjalanan udara jelang Nataru

“Nah, ini yang kami mengingatkan kembali. Dan juga kita membagikan 'life vest' tambahan di sana, Pak. Salah satu 'concern' itu adalah cuaca,” kata Dudy.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: