Pemimpin Baru Hamas Khalil al-Hayya Dapat Dukungan dari Kelompok Houthi

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 23 Juli 2026 | 18:45 WIB
Pemimpin baru Hamas, Khalil Al-Hayya. (BeritaNasional/ECFR)
Pemimpin baru Hamas, Khalil Al-Hayya. (BeritaNasional/ECFR)

BeritaNasional.com - Kelompok Houthi di Yaman menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Khalil al-Hayya sebagai pemimpin baru Hamas. Houthi menilai pergantian kepemimpinan tersebut terjadi dalam situasi penting bagi perjuangan Palestina.

Panglima militer Houthi Yusuf al-Madani mengatakan terpilihnya al-Hayya mencerminkan keteguhan kepemimpinan Hamas di tengah konflik yang masih berlangsung di Gaza.

“Pemilihan al-Hayya untuk tanggung jawab besar ini pada momen luar biasa dan bersejarah mencerminkan keteguhan kepemimpinan dan besarnya perjuangan,” kata Yusuf al-Madani dalam pernyataannya, dikutip Kamis (23/7/2026).

Menurut al-Madani, isu Palestina dan kondisi Gaza tetap menjadi perhatian utama kelompoknya. Ia menegaskan dukungan terhadap perjuangan Palestina tidak akan berubah.

“Perjuangan Palestina dan ketidakadilan yang menimpa Gaza akan tetap menjadi isu fundamental dan utama kami, yang tidak dapat dikompromikan,” ujarnya.

Houthi Ancam Kembali Tingkatkan Eskalasi

Dalam pernyataannya, Yusuf al-Madani juga menyebut Houthi tidak akan membiarkan terjadinya kembali perang dan serangan terhadap Jalur Gaza.

“Kami tidak akan mengizinkan kembalinya perang dan agresi terhadap Jalur Gaza,” katanya.

Ia menambahkan, kelompok tersebut siap meningkatkan eskalasi militer apabila terjadi serangan baru terhadap Gaza.

“Kami menegaskan kembali kesiapan penuh kami untuk segera melanjutkan eskalasi militer, jika musuh Israel mencoba melancarkan agresi atau perang lain terhadap Jalur Gaza,” ujar al-Madani.

Khalil al-Hayya resmi menggantikan Yahya Sinwar sebagai pemimpin Hamas. Sinwar sebelumnya tewas dalam pertempuran dengan pasukan Israel pada Oktober 2024 ketika perang besar antara Hamas dan Israel berlangsung di Jalur Gaza.

Hamas menyatakan al-Hayya terpilih melalui pemungutan suara internal. Ia mengalahkan mantan pemimpin politik Hamas, Khaled Meshaal, dalam putaran kedua pemilihan.

Sebelum menjadi pemimpin Hamas, al-Hayya menjabat sebagai wakil ketua kelompok tersebut dan merupakan salah satu dari lima anggota dewan kepemimpinan Hamas.

Pergantian kepemimpinan ini menjadi salah satu perkembangan penting bagi Hamas di tengah situasi konflik Gaza yang masih menjadi sorotan internasional.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: