Peringati Hari Ikan Nasional 2025, Titiek Soeharto Bantah Isu Ikan Tercemar

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 23 November 2025 | 16:42 WIB
Peringati Hari Ikan Nasional 2025, Titiek Soeharto bantah isu ikan tercemar. (Foto/Instagram KKP)
Peringati Hari Ikan Nasional 2025, Titiek Soeharto bantah isu ikan tercemar. (Foto/Instagram KKP)

BeritaNasional.com - Dalam peringatan Hari Ikan Nasional (Harkannas) ke-12, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto membantah kabar tentang ikan yang tercemar dan mengajak masyarakat untuk menumbuhkan budaya memakan ikan.

“Untuk pencemaran, saya rasa itu isu enggak ada, ya. Yang penting kita harus meningkatkan budaya untuk makan ikan,” kata Titiek, di sela-sela acara Puncak Harkannas 2025 yang digelar di Jakarta, Minggu (23/11/2025).

Titiek pun mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk mempromosikan keunggulan-keunggulan ikan, sebab sumber protein dari hewan laut itu sangat bergizi dan berperan dalam meningkatkan kecerdasan anak.

Yang lebih utama lagi, sambung Titiek, ikan merupakan sumber makanan yang bisa diperoleh dengan mudah dan harga yang lebih terjangkau. Bisa dengan dengan memancing di laut, tanpa perlu memeliharanya selama berbulan-bulan.

“Ikan itu kan tinggal ngambil di laut, enggak usah pelihara kayak ayam gitu berbulan-bulan. Tinggal ambil,” ujarnya.

Titiek juga mengimbau agar masyarakat mau memakan ikan, mereka bisa membuat variasi masakan ikan sesuai dengan ciri khas daerah masing-masing.

“Iya harus divariasikan masakan-masakan setiap daerah itu lain-lain. Masakannya harus disesuaikan dengan daerahnya masing-masing,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengumumkan target Indonesia mencapai swasembada protein pada 2026 ketika memperingati Hari Ikan Nasional.

Zulhas menyampaikan, protein berperan penting untuk meningkatkan kecerdasan bangsa, khususnya generasi muda yang saat ini masih menempuh jenjang pendidikan.

Apabila diukur berdasarkan Intelligence Quotient (IQ), Zulhas menyampaikan rata-rata IQ di negara-negara maju sudah berada di atas 109 poin, sedangkan IQ Indonesia masih di kisaran 90-an.

Untuk menjadi hebat selayaknya negara-negara maju, kata dia, maka pemerintah harus berbenah untuk mewujudkan swasembada pangan, terutama protein.

"Harus swasembada, kemudian dihidangkan di meja anak-anak kita, dilatih agar cerdas, dengan demikian kita berubah. Gizinya, IQ-nya berubah," kata dia pula.

Dalam peringatan Harkannas ke-12 tahun 2025 ini, Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan sejumlah rangkaian kegiatan yang mengusung tema "Protein Ikan untuk Generasi Emas 2045".

Tema tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo dalam RPJMN 2025-2029 dan Astacita kedua yang menekankan pentingnya sistem pertahanan negara dan kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, serta penguatan ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: