Profil Lengkap Charles Holland Taylor yang Dipecat dari Penasihat PBNU

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 24 November 2025 | 17:32 WIB
Charles Holland Taylor (tengah). (Foto/NU Online)
Charles Holland Taylor (tengah). (Foto/NU Online)

BeritaNasional.com - Rais Aam PBNU KH Miftachul Ahyar secara resmi mencabut mandat Charles Holland Taylor sebagai penasihat khusus Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf untuk urusan internasional. Keputusan ini menuai perhatian publik, terutama karena Taylor selama ini dikenal sebagai figur berpengaruh dalam diplomasi global NU.

Rais Aam menilai adanya indikasi afiliasi Taylor dengan jejaring internasional yang dinilai dapat berpotensi merugikan posisi politik luar negeri PBNU, sehingga langkah pencabutan mandat dipandang perlu untuk menjaga integritas organisasi.

Lalu Siapa Charles Holland Taylor?

Lahir di Winston-Salem, North Carolina, Taylor berasal dari keluarga militer. Ayahnya merupakan perwira JAG Corps yang kerap bertugas di luar negeri. Kondisi ini membuat Taylor tumbuh dalam lingkungan multikultural sejak usia belia.

Ia pernah tinggal di Jerman, Iran, hingga Korea Selatan sebuah pengalaman yang memperkaya sudut pandangnya terhadap perbedaan budaya, agama, dan politik global. Pengalaman lintas negara tersebut turut membentuk kecenderungannya pada isu-isu kemanusiaan dan diplomasi internasional di kemudian hari.

Karier Awal di Dunia Bisnis

Sebelum dikenal sebagai tokoh keagamaan dan aktivis global, Taylor menapaki karier sebagai pengusaha. Ia berkecimpung di industri telekomunikasi dan pernah menjabat sebagai CEO USA Global Link. Peran ini menuntutnya membangun koneksi internasional serta mengelola berbagai proyek lintas negara.

Karier bisnis inilah yang menjadi fondasi kuat bagi keterlibatannya dalam aktivitas diplomatik dan pembangunan jaringan global di sektor sosial-keagamaan.

Perjalanan Spiritual dan Kedekatan dengan NU

Tahun 2003 menjadi momen penting ketika Taylor memutuskan untuk memeluk Islam. Keputusan tersebut membuka jalan bagi perkenalannya dengan Nahdlatul Ulama. Di lingkungan NU, ia diberi nama “Haji Muhammad Kholil” dan akrab dipanggil “Pak Kaji Muh”.

Sejak itu, Taylor tampil sebagai salah satu figur asing yang paling dekat dengan NU, terutama dalam urusan internasional. Ia sering mendampingi para kiai dan pimpinan NU dalam berbagai forum dunia, membantu membangun citra moderat Islam ala Indonesia di kancah global.

Pada 2022, CSCV mendapat mandat sebagai Sekretariat Permanen R20 (Religious 20) forum agama dalam G20 yang diperkenalkan oleh NU. Penunjukan ini menegaskan peran Taylor sebagai figur penting dalam diplomasi agama tingkat global.

Kontribusi Intelektual dan Gagasan Moderasi

Taylor juga dikenal sebagai penulis yang aktif menyuarakan isu-isu perdamaian dunia. Tulisannya banyak dimuat di media internasional dengan fokus pada ekstremisme, radikalisme, hingga pentingnya hubungan antaragama.

Salah satu karya terpentingnya adalah buku Ilusi Negara Islam (The Illusion of an Islamic State), yang ia tulis bersama KH Abdurrahman Wahid. Buku ini menjadi rujukan penting dalam mempromosikan Islam moderat di Indonesia dan dunia.

Taylor menempuh pendidikan formal di University of North Carolina, salah satu kampus terkemuka di Amerika Serikat. Kemampuannya dalam berbahasa Indonesia/Melayu dan Jerman membuatnya leluasa berinteraksi dengan berbagai komunitas internasional, termasuk masyarakat Indonesia di lingkungan NU.

(Rep/Novia Amelia)

sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: