Kisah Pilu Alvaro, Bocah yang Hilang 8 Bulan usai Pamit Salat hingga Ditemukan Tinggal Tulang Belulang
BeritaNasional.com - Alvaro Kiano Nugroho, bocah 6 tahun yang kini tinggal kenangan. Berawal dari niat salehnya untuk melaksanakan salat Magrib di masjid dekat rumahnya di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada 6 Maret 2025 lalu, bocah ini hilang selama delapan bulan lamanya dan ditemukan tak bernyawa di Kali Cirewed, Tenjo, Bogor, Jawa Barat pada Jumat (21/11/2025).
Tak disangka bahwa pamitnya Alvaro ke masjid hari itu pada kakek dan neneknya, jadi perpisahan yang terakhir bagi keluarga. Selama delapan bulan ke belakang, baik ibu, kakek dan neneknya ke sana kemari mencari jejak Alvaro sambil terisak menahan rindu. Pelakunya pun ternyata bukan orang asing bagi Alvaro dan keluarga.
Kronologi Hilangnya Alvaro
Arumi, ibu Alvaro, menceritakan bahwa putranya terakhir terlihat meninggalkan rumah pada 6 Maret 2025, tepat sebelum waktu Magrib. Seperti hari-hari biasanya, Alvaro pamit untuk salat berjamaah di Masjid Al Muflihun yang berada dekat rumah, sebuah rutinitas yang sudah ia jalani sejak lama. Namun, sore itu menjadi berbeda, putra tercintanya tak kunjung kembali.
Merasa ada yang janggal, Arumi mulai mencari keberadaan anaknya dengan mengecek CCTV di lingkungan sekitar. Bersama warga, ia berusaha menelusuri rekaman video untuk mengetahui arah kepergian Alvaro. Tak berhenti di situ, Arumi juga menyebarkan poster anak hilang melalui media sosial (medsos) dan berbagai grup komunitas, berharap informasi apa pun tentang putranya bisa segera masuk.
Dalam keterangannya, Arumi menyebut tidak pernah menerima permintaan tebusan, sehingga ia menilai kecil kemungkinan Alvaro menjadi korban penculikan dengan motif finansial. Sebaliknya, ia justru banyak menerima pesan bohong dari orang tidak dikenal yang mengaku mengetahui lokasi anaknya. Di tengah kesulitan ini, ia menegaskan bahwa polisi telah memeriksa keluarga terdekat, termasuk pihak ayah biologis Alvaro yang sudah lama berpisah dengannya. Arumi hanya bisa pasrah sambil terus berharap anaknya ditemukan dalam keadaan selamat.
Kecurigaan Kakek: Seseorang Mengaku Ayahnya
Tugimin, kakek Alvaro berusia 71 tahun, juga menaruh curiga pada seseorang yang berada di balik hilangnya Alvaro. Ia menduga bahwa cucunya dibawa oleh seseorang yang mengaku sebagai ayah kandung Alvaro. Dugaan ini langsung ia sampaikan kepada polisi sebagai bagian dari petunjuk awal pencarian.
Apalagi, pihak marbot masjid juga memberikan kesaksian bahwa ada seorang laki-laki yang mengaku ayahnya yang membawa Alvaro di saat-saat ia menghilang.
Selain itu, Tugimin mengungkapkan bahwa proses penyelidikan sempat mengalami kendala akibat rekaman CCTV yang otomatis terhapus setiap hari. Minimnya rekaman visual membuat polisi kesulitan melacak pergerakan Alvaro sesaat setelah meninggalkan rumah.
“Kami sudah cek CCTV dan sebar informasi, tapi tidak ada tebusan hanya pesan bohong. Saya curiga ada pria yang mengaku ayah kandungnya, namun CCTV terhapus setiap hari,” kata Tugimin.
Alvaro Ditemukan Meninggal dengan Tersangka Ditangkap
Setelah delapan bulan tanpa kabar, keluarga menerima kabar paling menyayat hati pada Minggu (23/11/2025) petang, Alvaro ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jasad yang diduga Alvaro ditemukan di Kali Cirewed, Bogor, Jawa Barat. Polisi pun ikut mengamankan seorang tersangka yang diduga terlibat dalam hilangnya bocah tersebut.
Laporan awal dari kepolisian menyebutkan bahwa tersangka merupakan ayah tiri Alvaro bernama Alex Iskandar (AI). Sementara jasad yang ditemukan masih berstatus “diduga” Alvaro, karena yang tersisa adalah bagian kerangka. Proses identifikasi kini tengah dilakukan melalui tes DNA dan pemeriksaan laboratorium forensik.
Pihak kepolisian mengaku belum bisa menjelaskan secara detail kondisi jasad saat ditemukan, termasuk dugaan penyebab kematian. Penyidik masih mendalami motif dan kronologi kejadian secara utuh.
Baru kemudian pada Senin (24/11/2025) malam, Polres Metro Jakarta Selatan mengumumkan hasil tes DNA jasad tersebut terkonfirmasi sebagai Alvaro. Meskipun tidak dilakukan mutilasi, keluarga hanya bisa melihat bagian tulang belulang sang putra dan cucu tercinta mereka.
“Jadi, dari kondisi tulangnya sih tidak ada ditemukan tanda-tanda tulangnya terpotong,” kata Ahli Forensik RS Polri Kramatjati, dr. Farah.
Pihak forensik menjelaskan, terkait kondisi kerangka Alvaro yang telah menyisakan tulang belulang, terlepas akibat pembusukan. Hal ini sebagai kesimpulan, tidak adanya tindakan mutilasi dilakukan AI terhadap jasad korban.
“Jadi, artinya dia memang terlepas karena proses pembusukan, jadi akhirnya terlepasnya tepat di persendiannya. Jadi tidak ada indikasi potongan atau mutilasi,” tambah Farah.
Motif dan Kronologi Penculikan Alvaro
Sang ayah tiri, AI menculik Alvaro Kiano pada 6 Maret 2025, lantaran kesal dengan istri atau ibu kandung korban yang diketahui telah berselingkuh. Namun, setelah diculik, AI membekap Alvaro hingga meninggal dunia, karena kesal korban selalu menangis.
Setelah Alvaro dipastikan tewas, AI pun memasukkan jasad korban ke kantong plastik hitam untuk selanjutnya dibuang di Kali Cirewed, Tenjo, Bogor, Jawa Barat (Jabar) pada 9 Maret 2025.
Polres Metro Jakarta Selatan mengungkap Alex Iskandar (AI) ternyata sempat meminta tolong kepada salah satu saksi inisial G untuk membuang bangkai anjing tersimpan dalam kantong plastik hitam, tanpa mengetahui bahwa itu adalah jasad bocah malang itu.
“Tapi untuk isinya dia menyatakan bahwa dia tidak tahu dan disampaikan oleh tersangka bahwa isinya bangkai anjing. Mohon maaf,” kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Adrian Satrio Utomo di Polres Jaksel, Senin (24/11/2025).
Kemudian, Adrian menjelaskan, setelah berhasil menangkap AI dan memeriksa G akhirnya jasad Alvaro berhasil ditemukan. Di mana, petugas turut dibantu K-9 atau anjing pelacak pada Jumat (21/11/2025).
“Dan alhamdulillah, berkat bantuan dan doa semua, dan dibantu oleh dengan unit K-9 dari Mabes Polri dan juga dari Polda, kita menemukan adanya kerangka manusia yang diduga korban AKN,” ujarnya.
Namun, setelah serangkaian proses penyelidikan, akhirnya fakta kejahatan dari AI terungkap dan ditangkap pada Jumat (21/11/2025), pelaku memutuskan mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di Ruang Konseling Polres Metro Jaksel pada Minggu (23/11/2025) dini hari.
Kehidupan Alvaro yang Pilih Tinggal dengan Kakek dan Nenek
Nenek dari Alvaro Kiano, Sayem, mengungkapkan bahwa ibu kandung Alvaro, Arum telah menikah dengan Alex sejak tahun 2023. Kemudian keduanya tinggal di Tangerang. Sementara itu, Alvaro dan kakaknya diasuh oleh kakek dan neneknya karena Alvaro tidak mau ikut tinggal di sana.
"(Ibu Alvaro) tinggal di sana, tapi Alvaro itu sama kakaknya dari bayi ikut saya. Jadi ikut emaknya (ibunya) enggak mau tinggal di situ (Tangerang)," jelas Sayem.
Namun, kata Sayem, seiring jalannya pernikahan itu, Arum dan Alex sering bertengkar, pertengkaran pun terjadi saat mereka berada di rumah kakek dan nenek Alvaro. Bahkan Arum juga sudah meminta cerai dari Alex tetapi, Alex tetap bersikukuh tak ingin berpisah. Alex menyampaikan juga jika Arum memaksa, ia ingin Arum yang mengurus sendiri perceraian itu.
Arum sendiri bekerja sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia. Sayem menyebut, pihak keluarga menduga bahwa penculikan Alvaro sebagai bentuk dendam dari Alex yang ingin Arum kembali pulang ke rumah bersamanya.
Alvaro bahkan belum sempat merayakan hari ulang tahunnya yang ke-6 pada 12 April 2025 lalu. Alvaro sudah pulang terlebih dahulu menemui Sang Pencipta.
Demikian kisah pilu Alvaro Kiano Nugroho, moga almarhum tenang di surga Allah SWT. Aamiin.
(Rep/Novia Amelia)
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







