Pasar Smartphone 2025 Bergeser: Perangkat Rp5–10 Juta dan Flagship Melesat

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 27 November 2025 | 01:04 WIB
Digital Economy & Telco Outlook 2026 yang diselengarakan oleh Selular. (Beritanasional/Iman)
Digital Economy & Telco Outlook 2026 yang diselengarakan oleh Selular. (Beritanasional/Iman)

BeritaNasional.com -  Laporan terbaru NielsenIQ  menunjukkan adanya perubahan besar dalam perilaku konsumen smartphone di Indonesia. Jika selama beberapa tahun terakhir perangkat entry-level masih mendominasi pasar, kini tren tersebut mulai bergeser.

Sepanjang Januari hingga September 2025, porsi penjualan smartphone kelas menengah dan premium justru mengalami peningkatan signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Temuan ini menjadi sinyal penting bahwa pengguna smartphone Indonesia semakin selektif dan mulai mempertimbangkan kualitas serta relevansi fitur, bukan sekadar harga.

Penjualan Smartphone Mid dan Premium Mengalami Kenaikan

Dalam paparan resmi pada acara Digital Economy & Telco Outlook 2026, Director Tech and Durables Commercial Lead NIQ Indonesia, Bramantiyoko Sasmito, menjelaskan bahwa dua segmen harga menengah dan premium menunjukkan pertumbuhan menonjol.

Menurutnya, segmen smartphone di rentang harga Rp5 juta–Rp10 juta dan di atas Rp10 juta mencatat peningkatan sepanjang 2025. Bahkan, segmen premium menunjukkan performa paling kuat.

“Kita bisa lihat bahwa dua segmen di tengah itu mengalami kenaikan, terutama yang premium. Segmen premium naik menjadi 30–32 persen market share, sedangkan segmen middle berada di 20,6 persen,” jelas Bramantiyoko dikutip dalam keterangannya, Kamis (27/11/2025).

Kenaikan ini menunjukkan adanya perubahan preferensi pengguna yang sebelumnya banyak memilih perangkat entry-level.

Pendapatan Melemah, Namun Pasar Premium Tetap Naik

Menariknya, pergeseran ini terjadi di tengah kondisi pendapatan masyarakat yang melemah pada 2025. Menurut NIQ, justru kondisi tersebut membuat konsumen di segmen low-end cenderung menahan pembelian, sedangkan konsumen dengan daya beli lebih tinggi tetap memilih smartphone berkualitas.

“Tahun 2025, purchase income masyarakat itu lagi melemah. Sehingga masuk akal jika segmen lower income dan lower price premium terkontraksi, sedangkan segmen premium masih mengalami kenaikan,” ungkapnya.

Artinya, walaupun kondisi ekonomi menekan, konsumen di kelas menengah atas tetap mencari smartphone yang menawarkan performa, kamera lebih baik, keamanan, serta dukungan perangkat lunak jangka panjang.

Distribusi Pengiriman Smartphone: Entry-Level Masih Dominan, Tapi dari sisi unit pengiriman (shipment), NIQ mencatat:

  • Smartphone premium (> Rp10 juta): 6,7%
  • Smartphone mid-range (Rp5 juta–Rp10 juta): 10,6%
  • Smartphone entry-level (< Rp5 juta): sisanya, masih menjadi mayoritas
  • Jumlah unit perangkat low-end memang masih paling besar. Namun kontribusi nilainya berbeda jauh.
  • Segmen Premium Menjadi Penyumbang Nilai Penjualan Terbesar
  • Secara nilai transaksi, perangkat premium justru mendominasi pasar smartphone Indonesia pada 2025.
  • Segmen > Rp10 juta menyumbang 31,7% nilai penjualan
  • Segmen Rp5 juta–Rp10 juta berkontribusi 20,6%

Artinya, meskipun jumlah unitnya lebih sedikit, smartphone mahal memberikan kontribusi pendapatan jauh lebih besar bagi industri.

Kualitas dan Relevansi Jadi Pertimbangan Utama Konsumen

Dalam survei global dan Indonesia yang dilakukan Nielsen, tampak perubahan besar dalam pola pikir konsumen. Kini, harga bukan lagi satu-satunya faktor utama. Pengguna menginginkan:

  • kualitas perangkat yang terjamin
  • fitur yang relevan dengan kebutuhan
  • performa jangka panjang
  • keamanan dan pembaruan software
  • kamera berkualitas
  • daya tahan baterai lebih baik

“Kondisi ekonomi membuat segmen low-end terkontraksi. Namun konsumen yang punya kebutuhan lebih tinggi tetap mencari produk premium yang relevan dan berkualitas,” tambah Bramantiyoko.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: