Akses Terputus Bencana, Pemerintah Kesulitan Salurkan Bantuan ke Aceh, Sumut dan Sumbar

Oleh: Kiswondari
Kamis, 27 November 2025 | 18:19 WIB
Akses terputus bencana, pemerintah kesulitan salurkan bantuan ke Aceh, Sumut dan Sumbar. (Foto/Kemenko PMK)
Akses terputus bencana, pemerintah kesulitan salurkan bantuan ke Aceh, Sumut dan Sumbar. (Foto/Kemenko PMK)

BeritaNasional.com - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno akui bahwa pemerintah kesulitan untuk menyalurkan bantuan ke tiga provinsi yang terdampak bencana hidrometeorologi yakni, Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Ketiga provinsi ini dilanda cuaca ekstrem sejak Senin (24/11/2025) yang disebabkan oleh siklon tropis Senyar, dan mengakibatkan terputusnya sejumlah akses transportasi akibat banjir dan longsor. 

"Jadi sebagaimana sudah disampaikan oleh BMKG, bahwa dalam beberapa hari ini ada badai siklon tropis, Senyar, yang membawa hujan ekstra luar biasa, angin kencang luar biasa, sangat ekstrem, melanda tiga provinsi tersebut. Dan ini mengakibatkan banjir, longsor, dan cuaca ekstrem yang juga berpengaruh terhadap transportasi pelayanan," kata Pratikno di Kantor Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis (27/11/2025). 

Dalam rapat tersebut, kata Pratik, BMKG, Basarnas, K/L lain serta para kepala daerah telah melaporkan situasi di daerah masing-masing. Pemerintah pusat kini masih terus memperbarui perkembangan data dan situasi bencana yang telah memakan korban jiwa dan berdampak pada infrastruktur yang cukup luas.

"Dan kemudian mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang cukup luas, khususnya jembatan, kemudian jalan, tanah longsor, baik tanah jalan yang tertimbun dari longsoran dari atas maupun tanah yang terputus akibat longsor ke bawah," ujarnya. 

Atas kondisi ini, kata Pratikno, pemerintah pusat mengalami kesulitan dalam menyalurkan bantuan-bantuan yang dibutuhkan oleh daerah. Namun, beberapa tim dari K/L, termasuk Kepala BNPB Suharyanto juga sudah berada di Posko di Tarutung, Sumut, yang juga akan mengawal penanggulangan di tiga provinsi tersebut.

"Dan ini mengakibatkan kesulitan-kesulitan untuk memberikan bantuan. Tetapi tim sudah semua kementerian sudah turun di lapangan. Saat ini Kepala BNPB berada di posko di Tarutung, sehingga bisa juga mengawal implementasinya nanti di Sumatera Barat maupun di Aceh dan Sumatera Utara," terang Pratik. 

"Jadi ini tim terus bekerja keras bersama-sama dengan bupati dan wali kota, gubernur, seluruh jajaran, ini saat ini bekerja keras. Jadi kami tidak bisa meng-update data nyatanya berapa yang meninggal karena masih terus (di-update)," tambah Pratikno. sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: