Banjir dan Longsor Dahsyat, Komisi IV DPR Soroti Lemahnya Kinerja Kementerian dan Lembaga di Sektor Kehutanan

Oleh: Ahda Bayhaqi
Minggu, 30 November 2025 | 12:16 WIB
Banjir dan longsor dahsyat, Komisi IV DPR soroti lemahnya kinerja kementerian dan lembaga di sektor kehutanan-longsor Agam, Sumatera Barat (28/11/2025). (Foto/BNPB)
Banjir dan longsor dahsyat, Komisi IV DPR soroti lemahnya kinerja kementerian dan lembaga di sektor kehutanan-longsor Agam, Sumatera Barat (28/11/2025). (Foto/BNPB)

BeritaNasional.com - Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo menilai bahwa bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi karena upaya pencegahan yang belum efektif. Faktanya, kerusakan hutan semakin tidak terkendali, meski laporan menunjukkan deforestasi telah menurun.

Firman pun menyoroti lemahnya kinerja kementerian dan lembaga (K/L) yang memiliki otoritas di sektor kehutanan. Pasalnya, aksi pembalakan liar terus terjadi di hutan-hutan.

"Penebangan liar dan pembalakan hutan masih terus terjadi, dan bahwa negara perlu hadir untuk menyelamatkan hutan dari tangan-tangan kotor," kata Firman dalam keterangannya, Minggu (30/11/2025).

Menurut Firman, pemerintah perlu meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum terhadap penebangan liar dan pembalakan hutan. Pemerintah juga perlu mengembangkan ekonomi berbasis hutan berkelanjutan, agar masyarakat memperoleh manfaat dari hutan tanpa merusaknya.

"Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan dan lingkungan hidup," ujar politikus Partai Golkar ini.

Firman pun berharap bahwa Presiden Prabowo Subianto tegas dan konsisten dalam memberantas penebangan liar dan pembalakan hutan, demi kelangsungan hidup generasi sekarang dan yang akan datang, sebagaimana diamanatkan dalam UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.

"Dengan demikian, diharapkan bahwa hutan dapat diselamatkan dan kelestarian lingkungan hidup dapat terjaga," tegasnya.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: