Terobos Awan Tebal, Helikopter PK-RTQ Mendarat Darurat di Tepi Sungai untuk Salurkan Bantuan ke Desa Terisolasi

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 30 November 2025 | 11:41 WIB
Terobos Awan Tebal, Helikopter PK-RTQ Mendarat Darurat di Tepi Sungai untuk Salurkan Bantuan ke Desa Terisolasi. (Foto/BNPB)
Terobos Awan Tebal, Helikopter PK-RTQ Mendarat Darurat di Tepi Sungai untuk Salurkan Bantuan ke Desa Terisolasi. (Foto/BNPB)

BeritaNasional.com - Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan kisah dramatis di balik misi kemanusiaan yang dilakukan helikopter BNPB berlogo PK-RTQ untuk menjangkau Desa Sihaporas, Sumatera Utara, yang terisolasi akibat bencana hidrometeorologi.

Misi ini berasal dari mandat Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, sebagai jawaban atas keterputusan total akses warga dengan dunia luar.

Pada Sabtu (29/11/205) cuaca gelap dan suhu dingin menyelimuti langit Bandara Sisingamangaraja XII, Silangit, Tapanuli Tengah. Namun, helikopter tetap lepas landas demi menepati janji bantuan bagi warga terdampak.

Tak lama setelah terbang, pilot menghadapi kondisi ekstrem. Awan tebal menggumpal dan menutup jalur penerbangan, memaksa kru melakukan manuver presisi dalam visibilitas sangat rendah. Bahan bakar menipis menjadi ancaman lain. Namun, tekad mencapai titik bantuan membuat kru memilih bertarung melawan cuaca ekstrem tersebut.

"Setelah melewati turbulensi dan kondisi visual hampir nol, helikopter akhirnya berhasil menerobos awan dan menemukan lokasi Desa Sihaporas yang terjebak dalam keheningan hutan," kata Abdul dalam keterangannya, Minggu (30/11/2025).

Tantangan berikutnya muncul saat menentukan lokasi pendaratan. Tidak ada helipad, dan penggunaan lapangan terbuka dikhawatirkan merusak rumah warga akibat hembusan baling-baling.

Kru sempat mempertimbangkan untuk kembali ke pangkalan sebelum akhirnya pilot menemukan titik aman berupa hamparan kerikil basah di tepi Aek Sihaporas. Keputusan ini merupakan prosedur pendaratan non-standar yang jarang dilakukan dalam operasi nyata.

“Pernah dilatih pendaratan di tepi air?” tanya pilot senior di kokpit.

“Siap, Capt. Prosedur dilatih dan berhasil. Kami siap.”

“Oke, turunkan perlahan di kerikil itu.”

Dengan teknik pendaratan berisiko tinggi, skid helikopter akhirnya menyentuh kerikil basah secara stabil. Mesin tetap menyala sementara kru menurunkan logistik, mulai dari makanan, obat-obatan hingga kebutuhan dasar lainnya.

Warga Sihaporas segera berdatangan dan menyambut bantuan tersebut dengan penuh kelegaan. Anak-anak memandang helikopter dengan takjub, menandai momen emosional bagi kru yang bertaruh nyawa menembus cuaca ekstrem.

Saat senja tiba, helikopter kembali mengudara. Dari atas, pilot melihat warga bergotong royong memindahkan bantuan ke tempat aman sebuah gambaran nyata ketangguhan komunitas menghadapi bencana.

Misi udara tersebut menjadi bukti bahwa akses kebencanaan tidak hanya mengandalkan jalur darat. Dalam kondisi paling ekstrem sekalipun, BNPB memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat di titik paling terpencil.

“Ini salah satu operasi yang menunjukkan komitmen BNPB untuk hadir pada situasi paling sulit,” kata Abdul Muhari.

Dengan selesainya misi ini, helikopter PK-RTQ mencatatkan keberhasilan penting dalam operasi kemanusiaan yang memadukan keberanian, ketepatan, dan kepedulian.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: