Sinopsis Crank 2: High Voltage, Pertaruhan Hidup Chev Chelios dengan Jantung Buatan
BeritaNasional.com - Bagi pecinta film aksi yang penuh kegilaan, adrenalin, dan kekacauan yang tidak kenal rem, Crank 2: High Voltage adalah tontonan yang benar-benar “menggelegar”. Sekuel ini melanjutkan petualangan ekstrem Chev Chelios dengan konsep yang lebih liar, brutal, dan tak masuk akal namun tetap menghadirkan hiburan yang membuat penonton sulit berkedip.
Film yang disutradarai duet Mark Neveldine dan Brian Taylor ini dijadwalkan tayang di Bioskop Trans TV pada Senin, 1 Desember 2025 pukul 23.00 WIB. Dengan jadwal tayang malam hari, penonton dipastikan akan mendapatkan pengalaman seru tanpa gangguan, cocok sebagai penutup hari yang penuh energi.
Jadwal Tayang Bioskop Trans TV
Bioskop Trans TV
Senin, 1 Desember 2025
Pukul 23.00 WIB
Pemeran Crank 2: High Voltage
Film ini diperkuat aktor-aktor berpengalaman dan karakter yang flamboyan:
* Jason Statham – Chev Chelios
* Amy Smart – Eve
* Clifton Collins Jr. – El Huron
* Efren Ramirez – Venus
* Bai Ling – Ria
* Dwight Yoakam – Doc Miles
* David Carradine – Poon Dong
* Geri Halliwell – Karen Chelios
* Corey Haim – Randy
* Reno Wilson – Orlando
* Joseph D. Reitman – Johnny Vang
* Glenn Howerton – Dokter
* Chester Bennington – Pharmacist
Sinopsis Crank 2: High Voltage
Film dibuka dengan lanjutan langsung dari ending Crank (2006). Setelah jatuh dari helikopter dan menghantam tanah, Chev Chelios yang terlihat mustahil selamat ternyata masih hidup. Namun bukannya dibawa ke rumah sakit, ia justru diamankan oleh sindikat kriminal Asia.
Dalam keadaan tak sadarkan diri, jantung asli Chev dicabut dan digantikan dengan jantung buatan yang hanya bisa bertahan jika terus dialiri listrik. Begitu Chev bangun, ia menyadari bahwa hidupnya kini bergantung pada satu hal: listrik. Jika daya habis, jantung berhenti, dan Chev akan mati seketika.
Chev melarikan diri dan memulai perjalanan penuh aksi ekstrem untuk mempertahankan hidup. Tentu saja, ini bukan sekadar film dengan aksi kejar-kejaran. Motivasi utama Chev adalah satu: mencari kembali jantung aslinya. Dalam pencariannya, ia menghadapi gangster brutal, dokter ilegal, penjahat eksentrik, hingga karakter-karakter aneh yang menambah kegilaan film.
Di tengah situasi gila itu, Chev bertemu dengan kekasihnya, Eve, yang kini hidup dengan lebih tenang setelah kekacauan di film pertama. Namun kedamaian itu runtuh seketika ketika Eve kembali terseret ke dalam dunia penuh aksi, tembak-menembak, dan ledakan yang mengikuti Chev.
Petualangan mereka membawa Chev ke titik puncak: pertarungan brutal melawan musuh utama yang memegang jantung aslinya. Adegan klimaks menghadirkan kekacauan total, listrik yang memercik di mana-mana, baku hantam intens, dan visual surreal yang membuat penonton terus menebak apa yang sebenarnya terjadi.
Film ini berakhir dengan adegan yang sengaja dibuat menggantung sebuah ciri khas Crank yang memicu spekulasi tentang kemungkinan sekuel ketiga.
Fakta Menarik Crank 2: High Voltage
1. Salah satu film aksi paling “chaotic” sepanjang 2000-an Gaya penyutradaraannya yang cepat, kamera handheld, hingga editing yang sangat agresif menjadikan Crank 2 tampil beda dari film aksi biasa.
2. Jason Statham melakukan banyak aksi berbahaya tanpa stuntman Mulai dari berlari di tengah lalu lintas, adegan listrik, hingga pertarungan fisik kebanyakan dilakukan sendiri oleh Statham.
3. Keuntungan besar meski berbudget kecil Dengan anggaran sekitar USD 20 juta, film ini berhasil meraih lebih dari USD 34 juta.
4. Banyak cameo mengejutkan Termasuk penampilan Chester Bennington dari Linkin Park yang muncul sebagai pharmacist.
5. Tempo cepat tanpa jeda Penonton seakan diharuskan mengikuti energi Chev yang tidak pernah menurun, selaras dengan kebutuhan jantung listriknya.
6. Referensi budaya pop, video game, dan film klasik Crank 2 penuh dengan Easter egg yang menarik untuk dicari.
7. Ending yang membuat penonton tercengang Visual surreal di akhir film menjadi bahan perdebatan penggemar.
Kenapa Crank 2 Layak Ditonton Ulang?
Meski sudah dirilis pada 2009, Crank 2 tetap relevan sebagai tontonan aksi yang anti-mainstream. Film ini tidak mencoba menjadi realistis—justru mengambil pendekatan ekstrem yang membuatnya menonjol dibanding film aksi lain.
(Rep/Novia Amelia)
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu







