Peran Radio Amatir dalam Upaya Penanganan Bencana Sumatera

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 02 Desember 2025 | 14:14 WIB
Peran radio amatir dalam upaya penanganan bencana Sumatera. (Foto/Orari Pusat)
Peran radio amatir dalam upaya penanganan bencana Sumatera. (Foto/Orari Pusat)

BeritaNasional.com - Di balik kisah penanganan bencana Sumatera, di mana jaringan listrik dan internet ikut luluh lantak, ada peran komunikasi yang telah ditinggalkan masyarakat yakni radio amatir. Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Edy Prakoso mengungkap peran besar radio amatir dalam membantu proses evakuasi banjir di berbagai wilayah di Sumatera.

Edy pun mengungkap adanya peran komunitas radio amatir seperti Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari) dan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) menjadi krusial, khususnya saat jaringan listrik dan telekomunikasi terputus pada masa awal bencana terjadi. 

"Dalam setiap operasi, kita juga dibantu sama Orari dan RAPI dalam hal ini," kata Edy ditemui di Dermaga Inggom, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (2/12/2025). 

Ia menjelaskan, Basarnas sempat mengalami kendala dalam melakukan komunikasi, khususnya ketika jaringan listrik dan sinyal komunikasi terputus. Basarnas pun sempat tertahan karena ketiadaan jaringan komunikasi kala itu.

"Kantor SAR Nias yang seharusnya mau berangkat ke Sibolga, karena komunikasi juga enggak ada, akhirnya juga sempat tertahan di Medan beberapa hari. Sementara untuk tembus ke Sibolga juga belum bisa," katanya.

Namun berkat bantuan komunitas radio amatir, lanjut dia, kini tim SAR bisa masuk ke wilayah-wilayah yang belum mendapatkan bantuan.

Ia juga menyebutkan bahwa radio amatir bukan kali ini saja membantu proses evakuasi. Radio amatir juga berjasa dalam penanggulangan bencana di Gorontalo beberapa waktu lalu.

"Pengalaman kita di Gorontalo, komunikasi. Karena saya berada di lokasi, komunikasi kita agak sulit. Kita teramat terbantu sama Orari. Sehingga sampai jam 12 malam, operasi longsor yang ada di Gorontalo saya juga masih bisa mengomunikasikan. Saya bisa mengendalikan via radionya," jelas Edy.

Dalam bencana Sumatera, Basarnas memberangkatkan personel tambahan yang meliputi 43 potensi SAR dan 21 petugas penyelamat dari Kantor SAR Jakarta, Bandung, dan Banten untuk mendukung upaya penanganan dampak bencana.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii sebelumnya menyatakan bahwa lebih dari 6.000 personel SAR telah dikerahkan untuk mendukung operasi tanggap darurat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang menghadapi bencana alam sejak 25 November 2025.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: