BNN Tangkap Dewi Astutik, Buronan Internasional Jaringan Narkoba

Oleh: Bachtiarudin Alam
Rabu, 03 Desember 2025 | 10:15 WIB
Operasi Senyap BNN Berhasil Tangkap Dewi Astutik di Kamboja. (Foto/Istimewa)
Operasi Senyap BNN Berhasil Tangkap Dewi Astutik di Kamboja. (Foto/Istimewa)

BeritaNasional.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap kronologi penangkapan Dewi Astutik alias Mami perempuan asal Indonesia yang telah menjadi buronan internasional, termasuk Interpol dan Korea Selatan.

Penangkapan terhadap yang bersangkutan dilakukan atas kerjasama lintas sektor dalam operasi senyap hingga berhasil mengungkap keberadaannya di Kamboja pada Senin (1/12/2025) lalu.

"BNN menerima informasi intelijen mengenai keberadaan target di wilayah Phnom Penh, Kamboja," kata Kepala BNN, Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dikutip Rabu (3/12/2025).

Operasi ini dimulai dari adanya informasi diterima pada 17 November 2025 yang segera direspon jajaran BNN untuk berangkat ke Kamboja pada 25 November 2025.

Setibanya di negara tersebut, tim gabungan BNN bekerja sama dengan otoritas setempat, termasuk Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh, Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, dan perwakilan Polri di Kamboja untuk melakukan penangkapan.

Sampai akhirnya Dewi terpantau tengah berada di sebuah hotel di Sihanoukville, Kamboja pada 1 Desember 2025. Dari dokumentasi penangkapan, Dewi tidak terlihat memberikan perlawanan saat digelandang masuk ke dalam mobil.

"Pada Senin, 1 Desember 2025, sekitar pukul 13.39 waktu setempat, Dewi Astutik terdeteksi berada dalam kendaraan Toyota Prius berwarna putih di area lobi sebuah hotel. Tim gabungan langsung melakukan penangkapan di tempat," kata Suyudi.

Ketika penangkapan, Dewi tengah bersama seorang pria yang diduga sebagai rekan kerjanya. Namun, petugas yang berada di lokasi segera melakukan pengecekan untuk memastikan yang ditangkap adalah Dewi.

"Tim gabungan langsung melakukan verifikasi dan klarifikasi, termasuk pemeriksaan fisik untuk memastikan bahwa yang disergap adalah Dewi Astutik," kata dia.

Berdasarkan penangkapan Dewi, Suyudi menegaskan bahwa ini adalah wujud komitmen kuat BNN dalam memberantas kejahatan narkotika dengan mengejar para bandar kelas kakap hingga ke luar negeri.

"Kami terus mengejar pelaku kejahatan narkotika hingga ke luar negeri, dengan memperkuat sinergitas antar lembaga negara dan kepolisian negara sahabat," ujar Suyudi.

Sekedar informasi, Dewi merupakan aktor intelektual penyelundupan dua ton sabu senilai Rp5 triliun dari jaringan Golden Triangle yang berhasil digagalkan pada Mei 2025. Golden Triangle sendiri merupakan kawasan peredaran narkotika yang beroperasi di Myanmar, Thailand, dan Laos.

Selain itu, Dewi juga terlibat dalam sejumlah kasus besar pada 2024 yang berhubungan dengan jaringan Golden Crescent, jaringan narkoba yang beroperasi melalui Iran dan Turki hingga menyebar ke Eropa.

Dalam dua jaringan besar tersebut, Dewi berperan sebagai pengambil dan distributor berbagai jenis narkotika, termasuk kokain, sabu, dan ketamin, untuk peredaran di Asia Timur dan Asia Tenggara.

"Dia merupakan aktor utama dari penyelundupan dua ton sabu senilai Rp5 triliun dan kasus narkotika lainnya yang terjadi di wilayah Indonesia. Penangkapan dua ton sabu tersebut berhasil menyelamatkan sekitar 8 juta jiwa dari ancaman bahaya narkotika," ungkap Suyudi.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: