Menteri LH Ungkap Kawasan Hutan Lindung di Jabar Berkurang 1,2 Juta Hektare

Oleh: Ahda Bayhaqi
Rabu, 03 Desember 2025 | 12:51 WIB
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq di Gedung DPR. (Foto/YouTube Parlemen)
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq di Gedung DPR. (Foto/YouTube Parlemen)

BeritaNasional.com - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq berbicara potensi bencana hidrometeorologi akibat siklon di Pulau Jawa. Hal tersebut berkaca dari bencana di Sumatera yang diakibatkan faktor alam dan curah hujan tinggi.

"Kemudian untuk siklon di utara dari Sumatera ini, jumlah volume hujannya dua kali dari kejadian yang ada di Ciliwung, sehingga dengan demikian kita juga patut memproyeksikan seandainya siklon ini berada di Jawa, maka potensi bencananya akan sangat besar. Untuk itu, keberadaan pimpinan rapat ini harus kita inisiasi untuk melakukan langkah-langkah adaptasi terkait konteks ini," katanya saat rapat kerja dengan Komisi XII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Hanif mengungkapkan ada pengurangan kawasan hutan lindung di Jawa Barat yang sangat besar. Dari 1,6 juta hektare, berkurang 1,2 juta hektar sehingga menyisakan hanya 400 ribu hektare wilayah hutan lindung.

Pemerintah perlu mengambil langkah strategis untuk memitigasi potensi bencana akibat siklon jika terjadi di Pulau Jawa.

"Baru-baru ini dengan Sumatera Utara, maka kemudian ini harus membangkitkan kita semua mengambil ahli, pemerintah harus hadir untuk bersama merumuskan langkah-langkah operasional, semisal kalau kita bicara Jawa Barat, maka Jawa Barat telah kehilangan kawasan lindungnya sejumlah 1,2 juta hektare," ungkap Hanif.

Berdasarkan kajian lingkungan hidup di Jawa Barat, dari total 1,6 juta hektare, kawasan hutan lindung seharusnya ditingkatkan. Namun, hutan lindung kini hanya menyisakan 400 ribu hektare yang melindungi ekosistem sehingga rentan bencana.

"Sehingga hari ini Jawa Barat hanya dilindungi 400 ribu hektare untuk kawasan lindung yang melindungi ekosistem di bawahnya, sehingga sangat rentan bencana," ujar Hanif.

"Berdasarkan kajian lingkungan hidup yang strategis yang ditandatangani menteri, seharusnya area lindung yang sejumlah 1,6 juta itu ditingkatkan, bukan dihilangkan. Namun, dalam Peraturan Daerah Tahun 2022 tentang Data Ruang Provinsi Jawa Barat, kawasan lindung itu tinggal 400 ribu," tegasnya.

Kementerian LH telah menyurati banyak pihak untuk meningkatkan daya dukung dan daya tampung dalam perencanaan di daerah untuk menghadapi potensi bencana.

"Kami telah menyurati banyak pihak, sepertinya perlu dukungan politik dari Komisi 12 untuk kemudian mengingatkan kita semua agar mentaati daya dukung, daya tampung dalam perencanaan kabupaten, provinsinya masing-masing untuk melakukan langkah-langkah mitigasi terkait dengan potensi bencana ini," tegasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: