Diultimatum Purbaya, Dirjen Bea Cukai Janji Berbenah

Oleh: Kiswondari
Rabu, 03 Desember 2025 | 15:15 WIB
Diultimatum Purbaya, Dirjen Bea Cukai janji berbenah-Ilustrasi Kantor Bea Cukai. (BeritaNasional/YouTube Bea Cukai TV)
Diultimatum Purbaya, Dirjen Bea Cukai janji berbenah-Ilustrasi Kantor Bea Cukai. (BeritaNasional/YouTube Bea Cukai TV)

BeritaNasional.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengultimatum Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai (DJBC) dengan membuka opsi mengembalikan sistem kepabeanan ke model Orde Baru jika Ditjen Bea Cukai tak kunjung berbenah. Menanggapi hal ini, Direktur Jenderal (Dirjen) Bea Cukai Djaka Budhi Utama menyampaikan komitmen untuk memperbaiki kinerja, pelayanan, serta menghapus citra negatif Bea Cukai.

"Intinya bahwa itu adalah bentuk koreksi. Yang pasti, Bea Cukai ke depan akan berupaya untuk lebih baik," kata Djaka dalam Konferensi Pers Pemusnahan Barang Kena Cukai Ilegal Kanwil DJBC Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Untuk strategi pembenahan DJBC, Djaka menyebut transformasi budaya kerja dan peningkatan pengawasan sebagai prioritas.

"Mulai dari kultur, meningkatkan kinerja, kemudian meningkatkan pengawasan apakah itu di pelabuhan, di bandara. Tentunya kita akan memperbaiki semua pelayanan," ujarnya.

Menurut Djaka, perbaikan pelayanan harus dirasakan langsung masyarakat. Ia pun mengklaim bahwa sejumlah perbaikan sudah berjalan di DJBC, termasuk penggunaan teknologi akal imitasi (AI) guna memberantas praktik underinvoicing.

Terkait pernyataan Menkeu Purbaya yang meminta waktu satu tahun guna membenahi Bea Cukai, Djaka sangat optimistis terhadap target tersebut.

"Harus optimistis. Kalau kita enggak optimistis, tahun depan kita selesai semua. Apakah mau pegawai Bea Cukai dirumahkan makan gaji buta? Tentu tidak akan mau," ujarnya.

Oleh karena itu, Djaka menegaskan reformasi instansi tidak bisa dilakukan tanpa dukungan publik. Djaka menyebut aspek yang perlu dibenahi mencakup kualitas sumber daya manusia (SDM), peralatan, hingga citra institusi.

"Mungkin image di masyarakat bahwa Bea Cukai adalah sarang pungli itu sedikit demi sedikit kita hilangkan," ujar Djaka.

Sebelumnya, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, jika kinerja Bea Cukai tidak menunjukkan perbaikan berarti, Ia mengancam dapat mengembalikan sistem pemeriksaan kepabeanan ke model era Orde Baru melalui pelibatan SGS. Pada masa tersebut, sebagian pegawai Bea Cukai dirumahkan karena fungsi mereka digantikan SGS dan PT Surveyor Indonesia.

Meski menegaskan dirinya tidak sedang marah, Purbaya meminta seluruh jajaran Kemenkeu bekerja serius. Pelibatan SGS ini hanya sebagai opsi cadangan bila pembenahan internal mandek. Namun ia tetap optimistis, terutama karena teknologi internal Bea Cukai kini berkembang pesat.

Dalam kesempatan itu, Purbaya juga menyoroti dua persoalan utama yang harus segera dibenahi, yakni praktik underinvoicing ekspor serta lolosnya barang ilegal.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: