Orang Tua SD di Jakut Keluhkan Kasus Bullying yang Berulang
BeritaNasional.com - Sejumlah orang tua siswa SDK Penabur Kelapa Gading alias Penabur Intercultural School di Jakarta Utara (Jakut) mengungkapkan adanya kasus perundungan yang menimpa anak-anak mereka.
Tiga siswa berinisial G (11), J (10), dan C (10) mengaku menjadi korban perundungan oleh siswa berinisial EJH.
Orang tua G, L, mengatakan anaknya mengalami perundungan sejak kelas II hingga kelas IV SD, baik secara fisik maupun psikis.
“Ini kasus bullying sudah terjadi bertahun-tahun, yang mengalami anak perempuan saya yang dilakukan oleh temannya sebayanya satu angkatannya, sejak mereka duduk di kelas 2 SD sampai di kelas 4 SD,” kata L dalam keterangan pada Kamis (4/12/2025).
L menyesalkan sikap wali kelas saat itu yang dinilai menutupi kasus perundungan tersebut.
Meski telah melapor ke berbagai pihak di internal sekolah, L menyebut perundungan tetap terjadi, termasuk saat kelas mandarin dan seni.
“Saya sudah mencoba berbagai cara, mulai dari internal, dari wali kelas, naik ke wakil kepala sekolah, sampai kepala sekolah tidak ada tindakan tegas, sehingga saya naik ke Ketua Umum Yayasan dengan mendorong melalui Dinas Pendidikan Jakarta,” ujar L.
Meski demikian, EJH hanya mendapat sanksi berupa teguran lisan. L menilai pelaku seharusnya sudah layak dipulangkan kepada orang tua mengingat rekam jejak perundungan yang berulang.
Selanjutnya, kasus serupa dialami C. Perundungan terjadi saat ia bermain bersama teman-temannya di sebuah mal di kawasan Kelapa Gading pada 12 Desember 2024.
Orang tua C menilai perilaku pelaku terjadi karena dibiarkan dan bahkan menyebut orang tua pelaku mengintimidasi pihak sekolah.
“Guru juga sudah maksimal melakukan pencegahan, tetapi ada orang tua itu yang berani mengintimidasi guru sekarang,” ujar orang tua C.
Orang tua korban berharap pihak sekolah memberikan konsekuensi yang lebih tegas terhadap pelaku.
Mereka juga mengungkap dugaan jumlah korban mencapai belasan siswa jika dilihat berdasarkan catatan Guru BK.
Lalu, N (40), orang tua J, meminta sekolah menuntaskan persoalan ini dan memastikan pelaku kooperatif untuk menerima keputusan sekolah. Ia mengaku resah karena pelaku masih beraktivitas seperti biasa.
“Perasaan pun campur aduk di dalam kelas, dan bully ini masih tetap berlanjut terus. Anaknya tidak ada perasaan bertobat atau perasaan bagaimana ke korban yang lain,” kata N.
Para orang tua mendesak pihak sekolah mengambil tindakan tegas agar kasus perundungan tidak terus berulang.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






