Ini Kelebihan Toilet Jongkok bagi Kesehatan

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Jumat, 05 Desember 2025 | 02:30 WIB
Ilustrasi toilet (Foto/Goody Feed)
Ilustrasi toilet (Foto/Goody Feed)

BeritaNasional.com - Soal buang air besar (BAB), banyak orang mungkin tidak terlalu memikirkan posisi tubuh yang digunakan. Padahal, cara kita duduk atau jongkok saat di toilet ternyata bisa mempengaruhi kesehatan pencernaan secara keseluruhan.

Perdebatan mengenai apakah posisi jongkok lebih sehat dibandingkan duduk pun sering muncul, terutama sejak semakin banyak penelitian yang menyoroti hubungan antara postur tubuh dan kelancaran BAB.

Lalu, sebenarnya posisi mana yang lebih baik untuk tubuh jongkok atau duduk? 

Berikut penjelasan mengenai kelebihan dan kekurangan masing-masing, serta alasan medis di baliknya, berdasarkan informasi yang telah dihimpun dari berbagai sumber.

Kelebihan dan kekurangan toilet duduk

Toilet duduk umumnya hadir dengan tampilan yang lebih modern dan terkesan mewah. Jenis toilet ini juga sering dianggap lebih nyaman, terutama bagi orang lanjut usia, ibu hamil dengan perut yang sudah besar, ataupun mereka yang memiliki masalah pada lutut.

Meski begitu, harga toilet duduk biasanya lebih tinggi, dan dari sisi kesehatan pencernaan, posisinya dinilai kurang optimal dibandingkan kloset jongkok. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa BAB di toilet duduk cenderung membutuhkan waktu lebih lama serta tenaga lebih besar. 

Kebiasaan duduk terlalu lama dan mengejan berlebihan saat BAB inilah yang dapat meningkatkan risiko wasir maupun sembelit.

Tidak hanya itu, penggunaan toilet duduk juga membuat seseorang lebih mudah terpapar kuman penyebab diare, flu, hingga infeksi kulit. Alasannya, kulit bersentuhan langsung dengan permukaan dudukan kloset area yang rawan menjadi tempat berkembangnya bakteri seperti E.coli dan Shigella, serta virus hepatitis A dan norovirus.

Kelebihan dan kekurangan toilet jongkok

Jika dibandingkan dengan toilet duduk, toilet jongkok memang memiliki beberapa kekurangan. Desain-nya dianggap ketinggalan zaman dan bagi sebagian orang terasa kurang nyaman karena bisa menimbulkan rasa pegal pada tumit maupun paha.

Selain itu, jenis toilet ini kurang ideal untuk digunakan oleh mereka yang memiliki masalah pada pergelangan kaki, seperti radang sendi, cedera, keseleo, patah tulang, atau tendinitis.

Meski begitu, posisi jongkok justru menawarkan banyak kelebihan dari sisi kesehatan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa buang air besar dalam posisi jongkok dapat membantu proses pengeluaran menjadi lebih lancar. Hal ini berkaitan dengan cara kerja otot serta postur tubuh yang secara alami mendukung mekanisme BAB.

Ketika jongkok, ruang untuk mengeluarkan tinja di bagian anus menjadi lebih terbuka, sementara otot di anus dan usus besar bisa rileks sepenuhnya. Kondisi ini membuat BAB berlangsung lebih mudah dan membantu pengeluaran tinja secara lebih tuntas.

Sebaliknya, posisi duduk cenderung membuat otot saluran cerna menekan rektum dan mempersempit jalur keluarnya tinja, sehingga dapat menghambat kelancaran buang air besar.

Jadi mana yang lebih baik, duduk atau jongkok?

Secara umum, posisi jongkok dianggap lebih baik untuk kesehatan pencernaan dibandingkan duduk. Alasannya sederhana, yakni tubuh bekerja lebih alami saat jongkok. Postur ini membuka jalur keluarnya kotoran, membuat rektum lebih rileks, dan mengurangi kebutuhan untuk mengejan.

Sebaliknya, posisi duduk cenderung membuat saluran pembuangan sedikit tertekuk, sehingga proses BAB bisa terasa lebih lama dan membutuhkan lebih banyak tenaga. Jika terlalu sering mengejan, risikonya meningkat terhadap wasir, sembelit, atau ketegangan pada area panggul.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: