Sejarah Hari Bodhi 8 Desember dan Maknanya bagi Umat Buddha
BeritaNasional.com - Setiap 8 Desember, umat Buddha di Jepang dan berbagai negara memperingati Hari Bodhi, momen bersejarah ketika Siddhartha Gautama mencapai pencerahan dan menjadi Buddha.
Di Jepang, hari ini dikenal sebagai Rohatsu dan diperingati setelah modernisasi era Kaisar Meiji yang menetapkan tanggal perayaan mengikuti kalender Gregorian.
Meski bukan hari libur nasional, Rohatsu tetap menjadi momen spiritual penting yang dirayakan melalui meditasi, doa, dan praktik dharma yang membawa ketenangan bagi jutaan penganutnya.
Sejarah Hari Bodhi
Peringatan Hari Bodhi berakar dari peristiwa 2.500 tahun silam, ketika Siddhartha Gautama meninggalkan kehidupan mewah sebagai pangeran pada usia 29 tahun untuk mencari makna keberadaan manusia.
Dalam perjalanannya, ia bermeditasi di bawah Pohon Bodhi di Bodh Gaya, India sebuah pohon beringin suci yang kini menjadi salah satu situs ziarah paling penting bagi umat Buddha.
Setelah 49 hari meditasi tanpa henti, Siddhartha mencapai bodhi atau pencerahan pada usia 35 tahun.
Pencerahan ini melahirkan Empat Kebenaran Mulia dan Jalan Mulia Berunsur Delapan yang menjadi dasar ajaran Buddha.
Catatan sejarah mengenai Pohon Bodhi kemudian berkembang, termasuk tulisan Xuanzang pada abad ke-7 serta upaya pelestarian pohon tersebut pada 1881 setelah pohon aslinya rusak.
Pada 1989, pemerintah India bahkan memberikan pohon Bodhi muda kepada Jepang sebagai simbol perdamaian dunia.
Di Jepang, Rohatsu dirayakan dengan meditasi intensif, pembacaan sutra, kegiatan amal, hingga tradisi minum teh dan pembuatan kue sederhana.
Beberapa kuil menggelar meditasi sepanjang malam sebagai bentuk penghormatan terhadap perjalanan spiritual sang Buddha.
Makna dan Pentingnya Hari Bodhi
Hari Bodhi dianggap sebagai salah satu peringatan paling penting dalam ajaran Buddha karena mengingatkan umat pada inti pesan pencerahan: menemukan kedamaian batin, memahami penderitaan, dan menjalani hidup dengan welas asih.
Perayaan ini mendorong umat untuk memperdalam spiritualitas melalui meditasi dan praktik kebaikan sehari-hari.
Bagi banyak orang, momen ini juga menjadi ajakan untuk introspeksi, memperbaiki diri, serta menyebarkan kebijaksanaan kepada sesama.
Melalui tradisi yang diwariskan selama ribuan tahun, Hari Bodhi memperkuat semangat persatuan, kebaikan, dan keharmonisan, nilai-nilai universal yang relevan bagi masyarakat modern.
(Rep/Sisilia)
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu







