Percepatan Pembangunan Infrastruktur: Kawasan Transmigrasi Muting Merauke Butuh Suntikan Dana Pusat
BeritaNasional.com - Kawasan Transmigrasi (KT) Muting di Kabupaten Merauke, yang telah ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) dan kawasan terpadu, membutuhkan penguatan konektivitas infrastruktur dan layanan dasar secara mendesak.
Kondisi jalan yang menjadi satu-satunya akses penghubung dari Kota Merauke menghadapi tantangan serius, terutama pada ruas-ruas strategis.
Menyikapi urgensi ini, Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (UI) menggelar Diskusi Kelompok Terpumpun (FGD) dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Merauke untuk merancang kebijakan pemenuhan infrastruktur di kawasan tersebut.
Infrastruktur Jalan Jadi Kunci Pertumbuhan
KT Muting merupakan kawasan transmigrasi yang perkembangannya dinilai intensif dan strategis. Akses menuju kawasan ini melewati Distrik Sota, Elikobel, Ulilin, dan Muting.
Diskusi yang diadakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Merauke (23/10/2025) ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, mulai dari Bapperida, Dinas PUPR, Disnakertrans, Dinas Perhubungan, hingga Dinas Pertanian.
Samuel, perwakilan dari Bapperida Merauke, menekankan peran strategis Muting dalam penataan ruang wilayah Merauke.
”KT Muting tergolong ke dalam kawasan di Kabupaten Merauke yang intensif mengalami perkembangan kawasan permukiman dan area transmigrasi. KT Muting juga ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) dalam Rencana Struktur Ruang Kabupaten Merauke. Pengembangan ini sangat penting untuk menunjang kawasan Salor sebagai ibu kota Provinsi Papua Selatan,” ujar Samuel.
Tantangan Jembatan dan Keterbatasan Anggaran
Di sisi lain, masalah infrastruktur, terutama jembatan di wilayah Distrik Muting, menjadi hambatan serius. Kerusakan berulang akibat faktor alam dan usia jembatan memperburuk konektivitas dan menghambat perputaran ekonomi lokal, khususnya distribusi hasil pertanian dan perkebunan.
Kepala Dinas PUPR Merauke, Leo Patria Mogor, memaparkan rencana pengembangan yang telah disiapkan pemerintah daerah.
”Rencana pengembangan infrastuktur di KT Muting di antaranya peningkatan jalan, pembangunan jembatan, dan jalan produksi lokal. Selain itu ada pula pembangunan SPAM, sumur bor, dan sanitasi sehat,” ujar Leo Patria Mogor.
Selain pembangunan fisik seperti peningkatan jalan dan jembatan, pembangunan dasar lain yang juga menjadi fokus adalah pengembangan sistem irigasi, manajemen air, dan mitigasi musim kemarau panjang guna mendukung program swasembada pangan.
Pemda Merauke Berharap Bantuan Kementerian Transmigrasi
Meskipun Pemda Merauke telah memiliki rencana pengembangan yang matang, alokasi anggaran daerah yang terbatas menjadi kendala utama dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dan layanan dasar.
Oleh karena itu, Pemda Merauke sangat berharap adanya bantuan dari Kementerian Transmigrasi untuk mempercepat realisasi pembangunan. Kedatangan Tim Ekspedisi Patriot UI, yang merupakan bagian dari program Kementerian Transmigrasi, diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi.
Jika percepatan pembangunan, terutama pengaspalan jalan, di Kawasan Transmigrasi Muting ini dapat dilakukan, potensi kawasan untuk berkembang pesat semakin terbuka, yang pada akhirnya akan mewujudkan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan sosial.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







