Pria Berseragam Loreng Ngaku Anggota GAM Cegat Logistik Bantuan, Begini Kata Mabes TNI

Oleh: Bachtiarudin Alam
Selasa, 09 Desember 2025 | 09:29 WIB
Pria berseragam loreng ngaku anggota GAM cegat logistik bantuan, begini kata Mabes TNI. (Foto/Instagram Info Jaksel.id)
Pria berseragam loreng ngaku anggota GAM cegat logistik bantuan, begini kata Mabes TNI. (Foto/Instagram Info Jaksel.id)

BeritaNasional.com - Beredar video di media sosial (medsos) yang merekam aksi seorang pria mengaku anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) mengadang kapal berisi bantuan logistik yang hendak dikirim dengan pengawalan TNI ke wilayah terdampak di Aceh.

Dari video yang diunggah @infojaksel.id, pria memakai seragam loreng berbaret merah itu, ingin meminta bantuan untuk nantinya mereka salurkan. Namun aksi itu ditolak TNI yang mengawal, karena permintaan itu tidak ada izin resmi.

“Personel TNI yang ada di lokasi menolak permintaan tersebut dan menegaskan bahwa distribusi bantuan dilakukan sesuai prosedur dan langsung kepada masyarakat terdampak,” tulis akun tersebut, yang dikutip BeritaNasional, Selasa (9/12/2025).

Atas kejadian ini, Kapuspen Mabes TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun bukan dilakukan oleh GAM, melainkan organisasi lain pada 4 Desember 2025.

“Berdasarkan informasi yang telah kami verifikasi, peristiwa dalam video tersebut benar terjadi. Namun bukan dilakukan oleh kelompok bersenjata GAM. Melainkan oleh dua orang anggota KPA Meja Ijo Idi Cut di Aceh Timur,” ujar Freddy dalam keterangannya, Selasa (9/12/2025).

Berdasarkan keterangan, terdapat dua orang yang saat itu mencegat Kapal Feri Express Bahari yang membawa logistik bantuan banjir dari Ketua TP PKK Aceh untuk wilayah Aceh Tamiang, Langsa, dan Aceh Timur.

“Kedua orang itu meminta agar sebagian bantuan diturunkan kepada mereka, namun tidak dapat menunjukkan surat perintah atau keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Timur,” kata Freddy.

“Petugas kapal menolak, karena distribusi bantuan harus mengikuti prosedur resmi. Ketika aparat keamanan laut mendekat, kapal bantuan langsung melanjutkan perjalanan menuju Kuala Langsa,” tambah dia.

Freddy menilai, tindakan itu sebagai tindakan personal yang arogan dan tidak dapat dibenarkan. Lantaran, menghambat distribusi bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana.

“TNI bersama aparat keamanan setempat telah melakukan langkah-langkah untuk memastikan keamanan jalur distribusi bantuan, termasuk jalur laut, agar kejadian serupa tidak terulang dan para pemberi bantuan merasa aman,” jelasnya.

Freddy mengimbau akibat kejadian tersebut diharapkan seluruh pihak untuk tidak menghalangi distribusi bantuan dalam kondisi darurat kemanusiaan. 

“Fokus utama kita adalah mempercepat penanganan banjir dan menjamin bantuan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: