Ketua KPK Soroti Inovasi Agak Gila 'Meja Tanpa Laci', Simbol Transparansi Aparat
BeritaNasional.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto menyoroti langkah unik seorang perwira Polri, Iptu Andi Sriulva Baso Paduppa sebagai contoh transparansi dalam bertugas sebagai aparat penegak hukum. Menurutnya, Iptu Ulva, perwira asal Sulawesi Selatan yang mencetuskan program 'Meja Tanpa Laci' sebagai sebuah terobosan yang dianggapnya agak gila.
“Bayangkan, meja tanpa laci gimana nyimpan amplop?” ujar Setyo dalam acara Bimtek Perempuan Penyelenggara Negara dalam Pemberantasan Korupsi yang digelar KPK di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, yang dikutip Selasa (9/12/2025).
Setyo menjelaskan, konsep meja tanpa laci itu mencerminkan penolakan terhadap segala jenis pemberian yang dapat memengaruhi integritas seorang petugas, terlebih bagi anggota satuan lalu lintas.
Ia pun menekankan pesan moral di balik pendekatan tersebut yang menegaskan sikap tidak ingin terpengaruh hal buruk, termasuk pemberian mencurigakan.
Dalam kesempatan itu, Ulva sempat menimpali candaan Setyo terkait anggapan perempuan biasanya menyimpan barang pribadi.
“Ndak punya juga,” ucapnya spontan.
Lalu dibalas candaan Setyo yang merasa kasihan bahwa Ulva tidak punya tas maupun laci.
“Ndak punya juga? kodong aduh kasian mi (kasihannya). Ndak ada tas ndak ada laci,” balas Setyo.
Lebih jauh, Setyo menilai, 'Meja Tanpa Laci' menjadi simbol transparansi karena setiap orang di lingkungan kerja dapat melihat langsung ruang kerja yang bersih dari tempat penyimpanan tertutup.
“Bagaimana kalau sudah meja tanpa laci berarti sudah transparan. Lebih kurang seperti itu,” ujarnya.
Ia menambahkan, simbol yang digunakan Iptu Ulva tersebut memperlihatkan tidak adanya ruang bagi praktik pemberian tersembunyi sebagai penegak hukum dalam hal apapun.
"Artinya dia tidak mau terpengaruh dengan hal-hal yang tidak baik, dengan hal yang sifatnya pemberian," terangnya.
Menurut Setyo, komandan hingga rekan sesama petugas dapat melihat kondisi meja yang terbuka dan memastikan tidak ada celah bagi penyimpanan barang yang menimbulkan kecurigaan. Lewat contoh ini, ia mendorong inovasi yang mampu memperkuat budaya integritas di instansi penegak hukum.
"Di satu sisi, beliau ingin menyampaikan transparansi. Bagaimana kalau sudah meja tanpa laci berarti sudah transparan. Lebih kurang seperti itu," jelasnya.
"Pegawai lain, anak buah, komandan, semua bisa lihat ini loh mejaku tanpa laci. Tanpa ada sesuatu yang orang kemudian bisa diberikan sesuatu," tutup Setyo.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






