Gubernur DKI Instruksikan Audit Menyeluruh Standar Keselamatan Bangunan

Oleh: Lydia Fransisca
Rabu, 10 Desember 2025 | 18:43 WIB
Suasana pasca kebakaran Gedung Terra Drone, Jakarta Pusat. (Beritanasional/Oke Atmaja)
Suasana pasca kebakaran Gedung Terra Drone, Jakarta Pusat. (Beritanasional/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memerintahkan jajarannya untuk memeriksa ulang standar keselamatan bangunan di seluruh gedung di Ibu Kota.

Langkah ini dilakukan usai kebakaran Gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/12/2025) yang menelan banyak korban jiwa.

"Jadi saya sudah meminta dan dalam minggu-minggu ini kita akan segera mengecek kembali semua gedung yang ada," kata Pramono di Jakarta Pusat, Rabu (10/12/2025).

Pramono berujar, salah satu faktor yang memperparah insiden kebakaran di sejumlah gedung di Jakarta, termasuk Terra Drone, adalah pengubahan struktur bangunan yang melanggar persyaratan awal pendirian gedung.

"Nah gedung kemarin itu, gedung yang tumbuh. Kiri-kanannya gedung lama, tumbuh satu-satunya gedung itu sehingga pasti secara kelengkapan persyaratannya tidak terpenuhi," ujar Pramono.

Berdasarkan peninjauannya di lapangan serta diskusi dengan Kapolres Jakarta Pusat, Pramono menyebut Gedung Terra Drone tidak memenuhi aturan standar keselamatan bangunan.

Ia menilai gedung yang digunakan untuk penyimpanan dan penjualan drone itu sejak awal tidak dibangun sesuai ketentuan, terutama terkait fasilitas penyelamatan darurat.

"Kalau saya lihat struktur dan sebagainya pasti mereka melanggar aturan. Karena apa? Tangganya kecil banget, dan itu yang menyebabkan beberapa orang yang nggak bisa turun ke bawah," ucap Pramono.

Ia menambahkan bahwa situasi semakin fatal karena tidak adanya pintu darurat di lantai bawah.

Akibatnya, saat api muncul dan asap pekat memenuhi gedung, para pekerja justru berlari ke lantai atas untuk menyelamatkan diri.

"Ketika kebakaran, akhirnya orang, karyawannya, naik ke atas semua, kemudian asap dari bawah. Itulah yang menyebabkan kenapa kemudian yang meninggal cukup banyak," tandasnya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: