Polisi Dalami Dugaan Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS di Jakarta Pusat

Oleh: Bachtiarudin Alam
Jumat, 13 Maret 2026 | 15:53 WIB
Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. (Foto/doc. Humas MK)
Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. (Foto/doc. Humas MK)

BeritaNasional.com - Polres Metro Jakarta Pusat turun langsung menyelidiki kasus dugaan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, di kawasan Jl. Salemba I, Senen, Jakarta Pusat.

“Kami membenarkan adanya peristiwa dugaan penyiraman cairan berbahaya terhadap seorang korban di kawasan Salemba, Jakarta Pusat,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto saat dikonfirmasi, Jumat (13/3/2026).

Budi mengatakan pihak kepolisian saat ini masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut. Korban pun telah mendapatkan penanganan medis di RSCM usai mengalami luka pada sejumlah bagian tubuh.

“Saat ini korban telah mendapatkan penanganan medis di RSCM, dan kepolisian sedang melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap pelaku serta motif di balik kejadian tersebut,” ujarnya.

Budi menegaskan jajaran Polda Metro Jaya akan menangani kasus ini secara serius dan profesional. Ia juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut agar segera melapor.

“Kami mengutamakan keselamatan korban serta akan menindaklanjuti setiap informasi dan alat bukti yang ada. Kami juga mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui peristiwa ini atau memiliki informasi terkait agar segera melapor kepada pihak kepolisian terdekat,” ujarnya.

Secara terpisah, Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menyampaikan bahwa penyerangan terjadi usai Andrie menghadiri kegiatan di Kantor YLBHI, Jakarta, pada Kamis (12/3/2026).

"Peristiwa tersebut terjadi sesaat setelah Andrie Yunus selesai melakukan podcast di Kantor YLBHI bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” yang rampung sekitar pukul 23.00 WIB," ujar Dimas dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3/2026).

Dimas menambahkan insiden penyerangan air keras tersebut menyebabkan luka serius di sekujur tubuh Andrie, terutama pada area tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta bagian mata. Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban mengalami luka bakar sebesar 24%.

"Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebesar 24%," imbuhnya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: