Kontrak Berakhir, Djadjang Nurdjaman Tinggalkan Kursi Direktur Teknik Persib Bandung

Oleh: Tarmizi Hamdi
Jumat, 24 Juli 2026 | 16:30 WIB
Djadjang Nurdjaman Tinggalkan Kursi Direktur Teknik Persib Bandung. (Foto/Instagram Djadjang Nurdjaman)
Djadjang Nurdjaman Tinggalkan Kursi Direktur Teknik Persib Bandung. (Foto/Instagram Djadjang Nurdjaman)

BeritaNasional.com - Kebersamaan Persib Bandung dan Djadjang Nurdjaman sebagai Direktur Teknik resmi berakhir. Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pria yang akrab disapa Kang Djanur tersebut, seiring tuntasnya masa bakti dan kontrak kerja menjelang musim kompetisi 2026/27.

Selama menjabat, Kang Djanur dinilai meletakkan fondasi penting bagi masa depan Pangeran Biru. Ia fokus pada penguatan sistem pembinaan pemain muda serta pembenahan akademi demi mencetak generasi penerus klub yang berkelanjutan dan profesional.

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menegaskan betapa berartinya peran sang legenda dalam setahun terakhir.

“Dalam setahun terakhir, Persib sangat terbantu dengan kehadiran Kang Djanur sebagai Direktur Teknik. Di tengah komitmen kami untuk terus meningkatkan standar klub di berbagai aspek, termasuk pengembangan pemain sejak usia dini, pengalaman dan pemahaman dia terhadap identitas Persib memberikan kontribusi yang sangat berarti. Atas nama manajemen, kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan,” ujar Adhitia.

Dedikasi Lintas Generasi Sang Legenda

Bagi publik sepak bola Bandung, jabatan Direktur Teknik sebenarnya hanyalah satu dari sekian banyak babak pengabdian Kang Djanur. Rekam jejaknya di Persib sudah terbentang selama puluhan tahun dan mencakup berbagai peran, mulai dari pemain, asisten pelatih, hingga pelatih kepala.

Sebagai pemain, ia sukses membawa Maung Bandung merengkuh trofi Kompetisi Perserikatan pada musim 1986 dan 1989/1990. Saat beralih peran menjadi asisten pelatih mendampingi Indra M. Tohir, tangan dinginnya kembali membantu Persib menjuarai Perserikatan 1993/94 serta Liga Indonesia 1994/95.

Puncak karier kepelatihannya terjadi saat ia ditunjuk sebagai pelatih kepala. Kang Djanur sukses menyudahi dahaga gelar selama hampir 20 tahun dengan membawa Persib menjuarai Indonesia Super League (ISL) 2014, yang kemudian disempurnakan dengan trofi Piala Presiden 2015. Catatan emas ini menjadikannya orang kedua setelah Ade Dana yang mampu mempersembahkan gelar juara untuk Persib sebagai pemain sekaligus pelatih.

Warisan Fondasi Masa Depan

Meski tidak lagi meramu taktik di pinggir lapangan, kontribusi Kang Djanur di balik layar sebagai Direktur Teknik tetap memberikan dampak besar. Ia turut mengawal momentum emas Persib saat mengawinkan gelar juara Liga 1 2024/25 dan Super League 2025/26.

Bagi manajemen dan bobotoh, Kang Djanur adalah simbol nyata dari loyalitas dan kecintaan tanpa batas terhadap klub. Hubungan emosional yang telah terbangun selama puluhan tahun dipastikan tidak akan pudar begitu saja.

"Kang Djanur akan selalu menjadi bagian dari keluarga besar Persib. Kami mendoakan beliau senantiasa memberikan kesehatan, kesuksesan, dan kelancaran dalam setiap langkah pengabdian berikutnya. Hatur nuhun atas semua dedikasi, loyalitas, dan kontribusi yang telah diberikan untuk Persib. Semoga silaturahmi ini akan terus terjaga," tandas Adhitia.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: