Gandeng Binus, Pintu Edukasi Mahasiswa Soal Investasi Kripto yang Aman

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 10 Desember 2025 | 23:49 WIB
CMO Pintu, Timothius Martin. (Foto/doc. Pintu)
CMO Pintu, Timothius Martin. (Foto/doc. Pintu)

BeritaNasional.com -  PT Pintu Kemana Saja (Pintu), aplikasi kripto yang terdaftar resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), kembali memperluas edukasi finansial untuk generasi muda.

Bekerja sama dengan media Investortrust, Pintu menggelar program Pintu Goes to Campus di Universitas Bina Nusantara (Binus). Mengusung tema “Kripto untuk Mahasiswa: Melek Ilmu Cuan Mengalir”, acara ini menarik lebih dari 200 mahasiswa yang antusias mempelajari dunia aset digital.

Program edukasi ini tidak hanya menghadirkan panduan investasi, tetapi juga memberikan pemahaman mendalam terkait manfaat, risiko, serta peluang karier di industri aset kripto yang terus berkembang.

Edukasi Kripto Didukung OJK, Kampus, dan Praktisi Keuangan

Pintu Goes to Campus kali ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak penting dalam ekosistem keuangan digital. Dalam sambutannya, Catur Karyanto menekankan bahwa literasi digital dan literasi keuangan adalah fondasi utama sebelum memasuki dunia aset kripto.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Binus University yang telah menyelenggarakan acara ini sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan literasi terkait produk serta layanan aset digital,” ujar Catur dalam siaran pers, Rabu (10/12/2025).

Ia menambahkan bahwa pemahaman yang baik soal risiko dan manfaat memungkinkan mahasiswa menggunakan layanan keuangan digital secara lebih bijak serta berpotensi menjadi agen perubahan di masyarakat.

Binus Hadirkan Kurikulum dan Laboratorium Khusus Crypto Science

Dalam sesi panel diskusi, Dr. Hugo Prasetyo mengungkapkan bahwa literasi kripto telah menjadi bagian dari kurikulum terintegrasi di Binus.

“Teman-teman yang ingin belajar kripto bisa mulai dari coding di Crypto Science. Dari sisi finance, bisa belajar konsep keuangan digital. Bahkan kami memiliki Beehive, laboratorium khusus cryptocurrency yang mendukung diskusi kritis, serta Binus Blockchain dan Crypto Club,” jelasnya.

Binus berharap mahasiswa tidak sekadar menjadi konsumen, tetapi turut menjadi inovator dan pengembang teknologi blockchain di masa depan.

Sementara itu, CMO Pintu, Timothius Martin, menyampaikan apresiasi atas antusiasme mahasiswa serta dukungan kampus dan regulator.

Menurutnya, pemahaman yang benar mengenai manajemen risiko menjadi sangat penting sebelum mahasiswa memulai investasi aset digital.

“Kami berterima kasih kepada OJK dan Binus yang telah mendukung penuh kegiatan ini. Edukasi seperti ini penting agar generasi muda siap berinvestasi secara bertanggung jawab,” ujarnya.

Industri kripto menunjukkan pertumbuhan besar secara global. Mengutip laporan CoinLaw – Crypto User Demographics Statistics 2025, jumlah pengguna kripto meningkat 34% dari 2024 ke 2025, mencapai 580 juta pengguna. Mayoritas investor berada di rentang usia 18–34 tahun, sama seperti profil utama mahasiswa Indonesia.

Timothius menegaskan bahwa kondisi ini merupakan peluang sekaligus tantangan. “Bonus demografi Indonesia didominasi anak muda pengguna kripto. Melalui edukasi, kami ingin memastikan mereka memahami risiko, peluang, dan prinsip keamanan dalam berinvestasi,” tandasnya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: