Tinjau Pengungsian di Takengon Aceh, Kapolri Terima Aspirasi soal Rumah Warga yang Rusak Parah

Oleh: Bachtiarudin Alam
Jumat, 12 Desember 2025 | 13:29 WIB
Tinjau pengungsian di Takengon Aceh, Kapolri terima aspirasi soal rumah warga yang rusak parah. (BeritaNasional/Humas Polri)
Tinjau pengungsian di Takengon Aceh, Kapolri terima aspirasi soal rumah warga yang rusak parah. (BeritaNasional/Humas Polri)

BeritaNasional.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung lokasi pengungsian korban bencana alam di Masjid Besar Al-Abrar, Takengon, Aceh Tengah. Dalam kunjungannya, ia pun menerima beberapa aspirasi dari korban terdampak bencana.

Salah satunya, aspirasi soal rumah atau tempat tinggal yang rusak parah akibat bencana alam yang melanda kawasan tersebut. Ia menyampaikan bahwa hal itu sedang didata secara serius oleh Pemerintah serta pihak terkait.  

"Saat ini tentunya sedang didata pemerintah gabungan antara Kepolisian, TNI, BNPB untuk kemudian nanti mana yang masuk Huntara, mana yang masuk hunian tetap. Dan tentunya kita semua akan terlibat di situ," kata Sigit dalam keterangan resmi dikutip Jumat (12/12/2025).

Sementara untuk jangka pendek, Sigit telah melihat bantuan yang harus segera dijalankan adalah perbaikan akses atau jalur darat untuk melancarkan distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak. 

"Untuk jangka pendek dibutuhkan alat angkut logistik. Berikutnya membangun jalur akses, baik itu jembatan maupun akses jalan yang terputus," ujarnya.

Sigit pun menegaskan, Polri dan stakeholder terkait lainnya berkomitmen untuk terus memperbaiki akses darat guna mempercepat masuknya bantuan untuk masyarakat. Sementara ini, logistik dikirimkan melalui udara atau Airdrop. 

"Tentunya akan terus ditingkatkan dan masalah lain bisa segera selesai. Namun untuk situasi kedaruratan sementara ini cara yang dilakukan menggunakan bantuan air drop dan juga melalui jalur darat yang dilakukan oleh para kepala desa dan tentunya ada TNI, Polri juga masyarakat bersama-sama," terangnya.

Untuk diketahui, di lokasi pengungsian ini, Polri telah menyediakan layanan, yakni dapur lapangan, dengan kapasitas 250 porsi untuk 1 kali masak. Posko Layanan Kesehatan, yang melibatkan lima tenaga kesehatan. 

Selanjutnya, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan, yaitu 300 paket sembako, 300 pcs selimut, delapan dus obat-obatan, dan 150 pcs mainan anak.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: