20 Kuliner Ikonik Sumatera Selatan yang Wajib Dicoba, Lengkap Lokasi dan Harga
BeritaNasional.com - Sumatera Selatan kembali menegaskan diri sebagai salah satu pusat kuliner paling kaya di Indonesia melalui deretan hidangan tradisional yang tidak hanya menggugah selera, tetapi juga menyimpan nilai sejarah dan budaya.
Sebanyak 20 makanan khas mulai dari pempek, tekwan, hingga pindang patin disusun lengkap dengan rekomendasi tempat, harga, dan jam buka, sehingga menjadi panduan praktis bagi wisatawan maupun pencinta kuliner lokal yang ingin menjelajahi cita rasa autentik Bumi Sriwijaya.
Berikut daftar 20 makanan khas Sumatera Selatan lengkap dengan rekomendasi tempat, harga, dan jam buka! Daftar ini bisa menjadi panduan kuliner bagi siapa pun yang ingin menjelajahi rasa Sumsel, baik untuk wisata kuliner singkat maupun eksplorasi budaya yang lebih mendalam.
1. Pempek
Pempek adalah kuliner ikonik Palembang berbahan sagu dan ikan, disajikan dengan kuah cuko asam pedas. Hidangan ini sudah ada sejak masa Kerajaan Sriwijaya. Selain itu, pempek telah menjadi identitas kuliner masyarakat Palembang yang keberadaannya mudah ditemukan di berbagai sudut kota, mulai dari pedagang kaki lima hingga restoran besar. Ragam jenis pempek seperti kapal selam, lenjer, adaan, dan kulit memberikan pengalaman rasa yang berbeda-beda. Cuko yang kuat dan tajam semakin menegaskan karakter kuliner Sumsel yang tegas dan khas.
Contoh tempat populer: Pempek Nony 168 – Jl. Jend. Sudirman No. 952, Ilir III, Palembang
Harga: Rp4.000–Rp40.000/buah
Jam buka: 07.00–18.00 WIB
2. Tekwan
Sup bening berisi bakso ikan, bihun, jamur kuping, dan kuah kaldu udang yang harum. Merupakan akulturasi Tionghoa–Palembang. Tekwan sering disajikan sebagai makanan hangat yang cocok dinikmati pagi hari maupun sore hari. Kuahnya yang ringan namun kaya rasa membuat hidangan ini tetap digemari oleh berbagai kalangan. Tekwan juga dikenal sebagai makanan yang mencerminkan perpaduan budaya yang berkembang di Palembang sejak dulu.
Tempat: Warung Aba – Jl. Dr. M. Isa No. 26/15, Palembang
Harga: Rp5.000–Rp10.000/porsi
Jam buka: 05.00–12.00 WIB
3. Laksan
Olahan ikan berbentuk lonjong, disajikan dengan kuah santan pedas gurih. Umumnya menjadi menu sarapan masyarakat Palembang. Laksan memiliki tekstur yang kenyal namun lembut karena berbahan dasar ikan dan tepung sagu. Kuah santannya memberikan cita rasa rempah yang kaya, sehingga membuat hidangan ini terasa hangat dan mengenyangkan. Banyak warga Palembang menikmati laksan sebagai variasi dari pempek kuah.
Tempat: Laksan Kaito – Jl. Kapten A. Rivai, Palembang
Harga: Rp20.000–Rp35.000
Jam buka: 08.00–18.00 WIB
4. Burgo
Dibuat dari adonan tepung beras yang dimasak tipis dan digulung, kemudian disiram kuah santan gurih. Burgo bercita rasa lembut dan tidak terlalu kuat, sehingga sangat cocok untuk sarapan. Kuah santannya yang harum membuat burgo menjadi hidangan yang menenangkan dan mudah diterima oleh berbagai kalangan. Burgo juga sering dianggap sebagai salah satu makanan tradisional yang paling merepresentasikan kuliner rumahan Palembang.
Tempat: Warung Aba – Jl. Dr. M. Isa No. 26/15, Palembang
Harga: Rp10.000–Rp30.000
Jam buka: 05.00–12.00 WIB
5. Mi Celor
Mi berukuran besar dengan kuah santan kental dan udang, disajikan dengan telur rebus dan tauge. Mi celor dikenal memiliki tekstur yang berbeda dari mi pada umumnya karena bentuknya yang tebal dan kenyal. Kuah santan yang creamy memberikan kesan mewah pada hidangan ini. Mi celor juga menjadi salah satu hidangan yang wajib dicicipi oleh wisatawan karena keunikannya tidak ditemukan di daerah lain.
Tempat: Mi Celor 26 Ilir – Jl. K.H. A. Rozak, Palembang
Harga: Rp20.000–Rp35.000
Jam buka: 07.00–17.00 WIB
6. Tempoyak
Durian fermentasi yang rasanya asam-manis dan sering diolah menjadi sambal atau brengkes. Tempoyak merupakan warisan kuliner yang sangat tradisional karena dibuat dengan proses fermentasi alami. Rasanya yang unik membuat tempoyak banyak digemari oleh pecinta kuliner autentik. Tempoyak juga sering dijadikan bumbu masakan seperti pindang atau pepes untuk menambah aroma khas.
Tempat: Pasar Kuto – Jl. Jend. Sudirman, Palembang
Harga: Rp10.000–Rp25.000/kemasan
Jam buka: 06.00–17.00 WIB
7. Pindang Patin
Sup ikan patin dengan perpaduan rasa segar dan pedas. Menggunakan rempah seperti asam jawa, kunyit, dan serai. Pindang patin merupakan salah satu hidangan yang paling mewakili selera masyarakat Sumsel. Kuahnya yang bening namun sarat rempah membuat hidangan ini terasa ringan namun tetap kaya rasa. Ikan patin yang lembut dan tidak berduri menambah kenyamanan saat disantap.
Tempat: RM Pindang Musi Rawas – Jl. Angkatan 45, Palembang
Harga: Rp25.000–Rp45.000/porsi
Jam buka: 09.00–21.00 WIB
8. Lempok Durian
Dodol durian tanpa campuran tepung, terkenal sebagai oleh-oleh khas Sumsel. Teksturnya yang padat dan legit membuatnya tahan lama dan cocok dijadikan buah tangan. Proses memasaknya membutuhkan kesabaran karena harus diaduk terus menerus agar tidak gosong. Lempok menjadi favorit wisatawan yang ingin membawa pulang rasa khas durian Palembang.
Tempat: Toko Kue & Oleh-oleh Vihara – Jl. Dempo Luar, Palembang
Harga: Rp25.000–Rp80.000/pak
Jam buka: 08.00–20.00 WIB
9. Model
Mirip tekwan namun lebih besar dan berisi telur di dalamnya. Dahulu disebut “kelesan”. Model dikenal sebagai salah satu hidangan yang lebih mengenyangkan dibanding tekwan karena ukurannya yang besar. Isian telur di dalamnya memberikan sensasi rasa yang berbeda. Kuahnya yang bening dan ringan juga membuat hidangan ini cocok disantap kapan saja.
Tempat: Model Harum – Pasar Cinde, Palembang
Harga: Rp10.000–Rp20.000/porsi
Jam buka: 06.00–17.00 WIB
10. Lenggang
Pempek yang dipanggang bersama telur sehingga teksturnya lembut dan smoky. Lenggang menjadi pilihan bagi pecinta pempek yang ingin mencoba variasi yang berbeda. Proses pemanggangan memberikan aroma khas yang menggugah selera. Lenggang biasanya disajikan dengan cuko yang lebih encer agar rasa smoky-nya tetap menonjol.
Tempat: Pempek Candy – Jl. Sudirman, Palembang
Harga: Rp12.000–Rp25.000
Jam buka: 08.00–21.00 WIB
11. Kemplang
Kerupuk ikan Palembang yang dipanggang hingga renyah, biasanya berbahan ikan tenggiri. Kemplang memiliki rasa gurih yang alami tanpa tambahan bumbu berlebihan. Kerupuk ini sering dijadikan camilan atau pelengkap hidangan seperti pindang. Proses pemanggangan membuat kemplang lebih sehat dibanding kerupuk yang digoreng.
Tempat: Kemplang Pempek Beringin – Jl. Radial, Palembang
Harga: Rp10.000–Rp60.000
Jam buka: 08.00–21.00 WIB
12. Celimpungan
Olahan ikan dan sagu yang direbus, disajikan dengan kuah santan kuning gurih. Celimpungan memiliki bentuk mirip bola-bola kecil yang lembut ketika digigit. Hidangan ini populer sebagai menu sarapan karena kuahnya ringan namun tetap kaya santan. Rempah seperti kunyit dan jahe memberikan aroma hangat pada hidangan ini.
Tempat: Celimpungan 26 Ilir – Jl. R. Sukamto, Palembang
Harga: Rp10.000–Rp20.000
Jam buka: 07.00–16.00 WIB
13. Kopi Musi
Kopi tubruk khas daerah sekitar Sungai Musi. Rasanya pekat dengan aroma khas. Kopi ini sering dinikmati oleh warga lokal sebagai teman bersantai di pagi atau sore hari. Teknik penyeduhan tradisional membuat rasanya tetap otentik. Banyak kedai kopi lokal mempertahankan cara penyajian klasik untuk menjaga cita rasa asli kopi Musi.
Tempat: Kedai Kopi Tjik Miauw – Jl. Tengkuruk Permai, Palembang
Harga: Rp8.000–Rp18.000
Jam buka: 07.00–22.00 WIB
14. Kue Maksuba
Kue lapis tradisional berbahan telur bebek. Teksturnya lembut dan legit, khas acara adat Palembang. Proses pembuatan kue maksuba cukup rumit karena harus dilapis satu per satu. Rasanya manis dengan aroma telur yang kuat, menjadikannya hidangan mewah dalam tradisi Palembang. Kue ini sering hadir dalam upacara pernikahan dan acara keluarga besar.
Tempat: Maksuba Hj. Siti – Jl. Merdeka, Palembang
Harga: Rp120.000–Rp250.000/loyang
Jam buka: 08.00–20.00 WIB
15. Godo-Godo
Olahan ikan tenggiri dicampur sagu lalu digoreng. Biasanya disantap sebagai camilan. Godo-godo memiliki tekstur renyah di bagian luar dan lembut di bagian dalam. Cita rasa gurih ikannya membuat makanan ini populer di kalangan masyarakat. Hidangan ini juga sering dijadikan teman minum teh atau kopi di sore hari.
Tempat: Warung Godo-Godo Lorong Basah – Jl. Masjid Lama, Palembang
Harga: Rp5.000–Rp15.000
Jam buka: 09.00–18.00 WIB
16. Kue 8 Jam
Kue manis yang dimasak delapan jam tanpa oven. Dulunya hanya disajikan untuk bangsawan. Kue ini memiliki tekstur lembut dan padat dengan rasa manis yang kaya. Proses memasaknya yang panjang menunjukkan betapa berharganya hidangan ini dalam budaya Palembang. Kue ini biasanya dihidangkan dalam acara-acara penting dan perayaan besar.
Tempat: Kue 8 Jam Zulaikha – Jl. Demang Lebar Daun, Palembang
Harga: Rp150.000–Rp300.000/loyang
Jam buka: 08.00–20.00 WIB
17. Pindang Tulang
Sup iga sapi berkuah asam pedas. Biasanya ditambahkan kecap manis agar rasanya semakin kaya. Daging iga yang lembut membuat hidangan ini sangat digemari pecinta kuliner pedas. Kuahnya yang kuat dan segar memberikan sensasi hangat, cocok untuk disantap saat cuaca hujan. Pindang tulang juga sering disebut sebagai salah satu comfort food orang Palembang.
Tempat: Pindang Meranjat Hj. Husna – Jl. Veteran, Palembang
Harga: Rp20.000–Rp35.000
Jam buka: 10.00–21.00 WIB
18. Malbi
Daging sapi berbumbu rempah dengan pengaruh masakan India, Arab, dan Melayu. Kuahnya manis-gurih dan kaya rasa. Malbi biasanya disajikan dalam acara khusus atau sebagai hidangan Idulfitri. Bumbu-bumbunya yang kaya dan proses memasaknya yang perlahan membuat daging menjadi empuk dan meresap. Makanan ini menjadi bukti pengaruh budaya internasional dalam kuliner Palembang.
Tempat: Rumah Makan Sri Melayu – Jl. Demang Lebar Daun, Palembang
Harga: Rp25.000–Rp45.000/porsi
Jam buka: 10.00–22.00 WIB
19. Telok Ukan
Telur bebek isi bumbu dan santan yang direbus hingga matang. Kerap hadir saat perayaan kemerdekaan. Hidangan ini memiliki rasa gurih dan sedikit manis dari santan. Proses memasaknya cukup unik karena telur harus dibelah sebagian sebelum diisi bumbu. Telok ukan menjadi salah satu tradisi kuliner yang masih dipertahankan masyarakat Sumsel.
Tempat: Warung Telok Ukan 15 Ulu – Palembang
Harga: Rp5.000–Rp10.000/butir
Jam buka: 07.00–17.00 WIB
20. Kue Gandus
Kue lembut dari tepung beras dan santan, sering disajikan dalam acara adat. Kue gandus memiliki tekstur yang lembut dan sedikit lengket sehingga mudah dinikmati berbagai usia. Rasanya gurih dengan aroma santan yang khas. Warna putih bersihnya memberikan kesan sederhana namun elegan dalam setiap hidangan acara tradisional.
Tempat: Toko Kue Tradisional 26 Ilir – Palembang
Harga: Rp5.000–Rp15.000
Jam buka: 07.00–18.00 WIB
(Rep/Novia Amelia)
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 22 jam yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu






