Viral Isu soal Kebakaran Terra Drone Dijawab Polisi: Tidak Terkait Dokumen Sawit!
BeritaNasional.com - Kebakaran yang melanda Gedung Terra Drone memunculkan banyak spekulasi di media sosial. Beberapa isu yang beredar pun langsung dijawab Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro.
Jawaban ini terkait dengan hasil penyidikan yang akhirnya menetapkan Direktur Utama (Dirut) PT. Terra Drone Indonesia, Michael Wisnu Wardhana sebagai tersangka akibat kelalaian berujung kebakaran maut.
“Jadi terkait dengan isu-isu viral ya, saya juga menerima berbagai isu viral, dikaitkan dengan bencana alam, dikaitkan dengan hal-hal yang berkaitan dengan mapping (pemetaan),” ujar Susatyo saat jumpa pers, Jumat (12/12/2025).
Dari hasil penyidikan, Susatyo mengamini bila Terra Drone turut menyediakan layanan drone untuk memetakan perkebunan sawit. Karena dari berbagai tipe drone yang dimiliki, terdapat fungsi khusus untuk kepentingan agrikultur.
“Karena memang drone ini kan memang untuk mapping. Tentunya alat ini digunakan memang adalah untuk agrikultur, untuk mapping area perkebunan, bahkan juga untuk kegiatan-kegiatan pertanian gitu ya,” ujarnya.
Meski begitu, Susatyo membantah apabila pekerjaan pemetaan sawit ini dikaitkan dengan dokumen perusahaan sawit yang tengah diusut dalam musibah bencana alam di Sumatera.
“Kami fokus pada penyebab kebakaran yang menyebabkan kematian di dunia dalam jumlah yang cukup fantastis, yang banyak. Sehingga terkait dengan isu-isu bencana alam dan itu tentunya menjadi konsumsi publik ya,” ujarnya.
“Tapi kami pastikan bahwa kami menyidik adalah berdasarkan adanya jiwa korban dan berdasarkan fakta-fakta yang kami temukan,” tambah dia.
Sedangkan, Susatyo menanggapi soal perusahaan Terra Drone milik warga negara asal Jepang. Dia menyatakan dari akta perusahaan yang telah disita, pemimpin perusahaannya hanyalah Michael Wisnu Wardhana.
“Baik. Sesuai dengan akta perusahaan yang kami baca, dokumen yang kami miliki, bahwa memang perusahaan Terra Drone Indonesia ini sebagai direktur utamanya adalah MWW ini. Kami berpatokan pada itu,” sebutnya.
Lebih lanjut terkait isu sabotase penghilangan dokumen sawit, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra menyatakan dari hasil penyidikan tidak ada korelasinya dengan isu yang beredar di media sosial.
“Ini saya harus sampaikan bahwa memang kami mendengar info” tersebut yang berdasarkan spekulasi” di dunia maya tapi disini saya tegaskan bahwa kami melakukan pemeriksaan penyelidikan dan penyidikan itu berdasarkan fakta” dan sampai dengan saat ini tidak ada korelasinya,” tegas Roby.
“Logikanya data jaman sekarang tidak hilang daripada hardcopynya aja gitu kan sedangkan pemetaan yang disampaikan itu kami kira juga tidak dilakukan oleh Terra Drone sendiri. Itukan perusahaan ini disewa beberapa keperluan termasuk mapping termasuk tadi, tapi tidak semua mapping di daerah indo ini sama mereka,” sambungnya.
Adapun dari hasil penelusuran, isu telah mengaitkan kebakaran Terra Drone dengan bencana banjir bandang di Sumatera. Seperti dikutip lewat akun @jhonsitorus_19 menyampaikan karyawan Terra Drone sebelumnya sempat memetakan lahan sawit di Sumatera.
"Kalau sampai ada unsur rekayasa, alangkah biadabnya sampai mengorbankan 22 nyawa termasuk nyawa ibu hamil," demikian narasi akun tersebut.
Kemudian akun X @cellebrimbor_ mengatakan perusahaan Terra Drone memiliki foto udara mengenai sawit di Sumatera. Kebakaran gedung Terra Drone terjadi pada waktu yang sama ketika ramai dibicarakan mengenai permasalahan lingkungan dalam banjir bandang di Sumatera.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 23 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu







