Operasi di Atas KRI Soeharso Selamatkan Bocah Korban Banjir Bandang Aceh Tamiang
BeritaNasional.com - Nyawa seorang anak berusia 9 tahun berhasil diselamatkan, setelah menahan sakit akibat patah tulang yang dideritanya. Setelah terjatuh saat musibah bencana alam banjir bandang melanda wilayah Aceh Tamiang, Aceh.
Kabar itu pun segera direspon TNI Angkatan Laut (AL) melalui KRI dr. Soeharso-990 Satgas Marinir dan Satgas Kesehatan yang berhasil menjangkau lokasi korban usai dibantu para nelayan setempat pada Jumat (12/12/2024) kemarin.
“Kami dapatkan anak-anak usia sembilan tahun, dengan patah tulang kedua kaki. Salah satunya patah tulang terbuka,” ujar Mayor Laut (K) dr.Helmy Fahada, SpB Instrument, selaku Dokter Bedah yang onboard di KRI SHS-990, dalam keteranganya, Sabtu (13/12/2025).
Selanjutnya si anak yang telah terluka sejak dua minggu, segera dievakuasi menuju KRI Soeharso-990 untuk dilaksanakan operasi. Pasien mengalami patah tulang cruris terbuka di sebelah kiri, dan patah tulang tibia sebelah kanan.
“Berdasarkan informasi dari orang tua, hampir dua minggu, sejak awal musibah tersebut, kejadian itu dikarenakan pasien terjatuh,” tuturnya.
Lamanya proses penanganan terhadap pasien, disebabkan akses ke rumah sakit terputus. Akhirnya, selama itu korban belum mendapatkan penanganan medis atas luka patah tulang yang dideritanya.
“Karena banjir bandang tersebut menyebabkan akses ke rumah sakit terdekat tidak bisa dilalui. Akhirnya terbengkalai anak itu,” tukas ha.
Pada saat itu, tindakan operasi dilakukan oleh dokter dari Persatuan Ahli Bedah Ortopedi Indonesia (PABOI) yaitu dr. Charles Apulta Meliala dan dr. Budi AM Siregar. Operasi berlangsung selama dua jam tersebut berjalan dengan lancar, dan telah dilaksanakan sesuai prosedur dan standar pelayanan kesehatan.
“Pelayanan kesehatan kepada korban terdampak bencana ini merupakan implementasi dari perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang menegaskan bahwa unsur-unsur TNI AL sebagai bentuk komitmen TNI AL dalam melaksanakan Operasi Militer Selain Perang (OMSP),” terangnya.
“Khususnya pada penanggulangan bencana alam, yang diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat serta mempercepat pemulihan kondisi kesehatan pasca bencana alam di wilayah Aceh dan Sumatera,” tambah dia.
TEKNOLOGI | 17 jam yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 14 jam yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 21 jam yang lalu
EKBIS | 18 jam yang lalu
GAYA HIDUP | 18 jam yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu







