Contraflow hingga One Way Disiapkan Selama Nataru 2026

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 15 Desember 2025 | 20:16 WIB
Mobilitas masyarakat saat Nataru, tinggi. (BeritaNasional/Elvis)
Mobilitas masyarakat saat Nataru, tinggi. (BeritaNasional/Elvis)

BeritaNasional.com -  Polri menyiapkan sejumlah skema pengaturan lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan selama arus mudik dan balik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Sejumlah langkah diskresi akan diterapkan, mulai dari contraflow hingga sistem satu arah atau one way.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan, pengaturan tersebut telah dituangkan dalam surat keputusan bersama (SKB) yang mengatur lalu lintas dan penyeberangan selama periode Nataru.

“Bagaimana kita mengatur sistem jalur dan lajur pasang surut termasuk juga rekayasa-rekayasa yang kita lakukan mulai dari contraflow sampai one way,” ujar Sigit dalam rapat lintas sektoral di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Senin (15/12/2025).

Selain rekayasa lalu lintas di jalan tol dan arteri, Polri juga menyiapkan pembatasan tertentu di sejumlah pelabuhan penyeberangan, seperti Pelabuhan Merak dan Ketapang, serta titik-titik lain yang berpotensi mengalami lonjakan kendaraan.

“Termasuk pemberhentian sementara pekerjaan proyek konstruksi terutama yang di jalur-jalur tol dan mengalihfungsikan sementara 51 unit pelaksanaan penimbangan kendaraan bermotor sebagai tempat istirahat pengguna jalan, ini yang kita persiapkan,” kata Sigit.

Dalam rangka memastikan kelancaran arus lalu lintas sekaligus keamanan masyarakat, Polri akan menggelar Operasi Lilin 2025. Operasi ini dilaksanakan secara terpadu bersama TNI, kementerian dan lembaga, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Operasi Lilin 2025 akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

“Operasi ini melibatkan 146.701 personel gabungan, 77.637 dari personel Polri, kemudian 13.775 dari personel TNI dan 55.289 dari seluruh stakeholder terkait mulai dari Pol PP, Perhubungan, Linmas, Dinkes, Pramuka, Senkom, Pertamina, Ormas, Orari, Basarnas, Jasa Raharja, PLN, ASDP/APDEL dan Organda, Angkasa Pura, Pelindo, Damkar, serta tentunya seluruh kementerian terkait lainnya,” ungkap Sigit.

Selama operasi berlangsung, aparat akan menyiapkan pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu. Secara keseluruhan, terdapat 44.436 objek yang menjadi fokus pengamanan, mulai dari gereja, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun kereta api, pelabuhan, bandara, hingga objek wisata dan lokasi perayaan Nataru.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: