Berapa Jam Waktu Tidur yang Ideal? Ini Penjelasan Lengkapnya
BeritaNasional.com - Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar yang sering kali terabaikan akibat padatnya aktivitas sehari-hari.
Padahal, tidur yang cukup dan berkualitas memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan fisik maupun mental. Lalu, sebenarnya berapa lama waktu tidur yang dianggap sehat dan ideal?
Saat seseorang tertidur, tubuh memasuki fase pemulihan. Otot-otot yang sebelumnya bekerja sepanjang hari mendapatkan waktu untuk beristirahat dan memperbaiki diri.
Tidak hanya itu, otak juga memanfaatkan waktu tidur untuk membersihkan sisa-sisa limbah metabolik yang menumpuk selama beraktivitas. Proses inilah yang membuat tidur sangat penting bagi fungsi otak, metabolisme tubuh, hingga daya tahan tubuh.
Tidur juga berpengaruh terhadap kestabilan emosi. Kurang tidur dapat meningkatkan emosi negatif secara signifikan. Dalam sejumlah penelitian, kondisi kurang tidur bahkan disebut mampu memicu lonjakan emosi negatif hingga sekitar 60 persen, sehingga seseorang menjadi lebih mudah marah, cemas, atau stres.
Pengaruh Tidur terhadap Hormon Nafsu Makan
Waktu tidur yang cukup turut memengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh, khususnya leptin dan ghrelin. Leptin merupakan hormon yang berfungsi menekan rasa lapar, sementara ghrelin justru merangsang nafsu makan.
Ketika seseorang kurang tidur pada malam hari, kadar leptin dalam tubuh dapat menurun lebih dari 15 persen, sementara kadar ghrelin justru meningkat hampir 15 persen.
Ketidakseimbangan hormon ini membuat tubuh merasa lebih lapar, sehingga berisiko meningkatkan asupan kalori dan memicu kenaikan berat badan hingga obesitas.
Kebutuhan Tidur Berbeda Sesuai Usia
Kebutuhan tidur setiap orang tidaklah sama. Faktor usia menjadi salah satu penentu utama berapa lama tubuh membutuhkan waktu istirahat. Berikut rekomendasi durasi tidur ideal berdasarkan kelompok usia:
- Bayi baru lahir (0–3 bulan): 14–17 jam per hari
- Bayi (4–11 bulan): 12–15 jam per hari
- Balita (1–2 tahun): 11–14 jam per hari
- Anak prasekolah (3–5 tahun): 10–13 jam per hari
- Anak usia sekolah (6–13 tahun): 9–11 jam per hari
- Remaja (14–17 tahun): 8–10 jam per hari
- Dewasa (18–64 tahun): 7–9 jam per hari
- Lansia (65 tahun ke atas): 7–8 jam per hari
Tak Hanya Lama, Kualitas Tidur Juga Penting
Selain memperhatikan durasi tidur, kualitas tidur juga tak kalah penting. Tidur yang sering terbangun, sulit terlelap, atau merasa tidak segar saat bangun dapat menjadi tanda adanya gangguan tidur.
Jika mengalami masalah tidur, sebaiknya tidak langsung bergantung pada obat tidur. Langkah awal yang dapat dilakukan antara lain menjaga jadwal tidur tetap teratur, mengurangi konsumsi kafein di malam hari, membatasi penggunaan gawai sebelum tidur, serta menciptakan suasana kamar yang nyaman dan tenang.
Dengan tidur yang cukup dan berkualitas, tubuh akan lebih bugar, pikiran lebih jernih, dan aktivitas sehari-hari pun dapat dijalani secara optimal.
(Rep/Nissa)
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







