Hamas Catat 813 Pelanggaran Israel selama Gencatan Senjata, Negara Eropa Beri Kecaman
BeritaNasional.com - Di tengah gencatan senjata di Jalu Gaza yang berlaku sejak 10 Oktober lalu, kelompok perlawanan Palestina, Hamas, mencatat Israel telah 813 kali melakukan pelanggaran selama gencatan senjata.
Anggota Biro Politik Hamas Ghazi Hamad pada Selasa (16/12/2025), mengatakan pihaknya secara rutin telah memberikan laporan harian tentang pelanggaran Israel kepada para mediator gencatan senjata.
Sementara itu, Kuasa Usaha Inggris untuk PBB James Kariuki mengatakan, Denmark, Prancis, Yunani, Slovenia, dan Inggris mengecam kekerasan Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Mereka menyerukan agar Israel mematuhi hukum internasional.
Kariuki mengatakan, tindakan Israel itu merusak upaya untuk mewujudkan penyelesaian damai di Jalur Gaza.
Pada 10 Oktober, perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku. Pada 13 Oktober, Presiden AS Donald Trump, Presiden Mesir Abdel Fattah Sisi, Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menandatangani deklarasi mengenai gencatan senjata di Gaza.
Pada 17 November, Dewan Keamanan PBB mengadopsi resolusi yang mendukung rencana komprehensif Trump untuk menyelesaikan konflik di wilayah kantong Palestina itu. Tiga belas dari 15 anggota dewan itu memberikan suara setuju, sementara Rusia dan China abstain.
Sumber: Antara
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu






