Israel Setujui Pembukaan Kembali Perlintasan Rafah

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 26 Januari 2026 | 20:32 WIB
Kondisi warga Gaza yang mengenaskan (Foto/UNRWA)
Kondisi warga Gaza yang mengenaskan (Foto/UNRWA)

BeritaNasional.com - Israel akhirnya menyetujui pembukaan kembali secara terbatas perlintasan Rafah sebagai bagian dari 20 poin rencana perdamaian Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk Gaza.

“Sebagai bagian dari rencana 20 poin Presiden Trump, Israel telah menyetujui pembukaan kembali terbatas perlintasan Rafah untuk lintasan pejalan kaki saja, dengan syarat mekanisme pemeriksaan penuh oleh Israel,” tulis kantor Perdana Menteri (PM) Israel Netanyahu dalam pernyataan di platform X, dikutip Senin (26/1/2026).

“Pembukaan kembali perlintasan itu dikondisikan pada pemulangan semua sandera yang masih hidup dan upaya 100 persen oleh Hamas untuk menemukan serta mengembalikan semua sandera yang telah meninggal,” tulis pernyataan itu.

Masih dalam pernyataan resmi kantor Netanyahu, Israel juga akan membuka perlintasan tersebut setelah operasi pencarian jenazah prajurit Israel Ran Gvili selesai dilakukan.

Sebelumnya, Israel telah menutup sepenuhnya sisi Palestina dari Penyeberangan Rafah sejak Mei 2024 sebagai bagian dari ofensif dua tahunnya di Jalur Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 71.400 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, sejak Oktober 2023.

Dalam beberapa bulan terakhir, Israel mengaitkan pembukaan kembali sisi Palestina dengan pemulangan jenazah sandera terakhirnya dari Gaza.

Perlintasan Rafah, yang menghubungkan Gaza dan Mesir, semula dijadwalkan dibuka kembali pada Oktober 2025 dalam fase pertama perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025 lalu, tetapi Israel tidak mematuhi kesepakatan tersebut.

Sejak fase pertama gencatan senjata, faksi-faksi Palestina telah membebaskan 20 sandera Israel dalam keadaan hidup dan mengembalikan jenazah 27 lainnya, sementara jenazah Gvili masih belum ditemukan.

Sejak perjanjian gencatan senjata berlaku, militer Israel telah melakukan ratusan pelanggaran, menewaskan sedikitnya 484 warga Palestina dan melukai 1.321 lainnya, ungkap Kementerian Kesehatan Palestina.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: