Klaim Ekonomi Membaik, Donald Trump Minta Publik Bersabar
BeritaNasional.com - Di tengah menurunnya tingkat kepuasan publik, Presiden Donald Trump menyampaikan pidato prime-time dari Gedung Putih pada Rabu malam untuk secara agresif membela kebijakan ekonominya. Dalam pidato berdurasi 18 menit tersebut, Trump mengkritik tajam pendahulunya, Joe Biden, dan menyerukan kepada rakyat Amerika untuk bersabar menunggu dampak penuh dari reformasi yang ia terapkan.
Trump tidak meluncurkan proposal kebijakan besar yang baru, selain pengumuman "dividen pejuang" senilai 1.776 Dollar AS yang dialokasikan bagi hampir 1,5 juta anggota militer.
"Dan ceknya sudah dalam perjalanan," ujar Trump dikutip dari NBC News, Jumat (19/12/2025).
"Tidak ada yang memahami ini sampai sekitar 30 menit yang lalu; kami menghasilkan lebih banyak uang daripada yang diperkirakan siapa pun karena adanya tarif," imbuh dia.
Presiden memanfaatkan kesempatan liputan luas dari jaringan televisi untuk mengulang poin-poin yang selama ini menjadi argumen utamanya: bahwa ia mewarisi "kekacauan" dari pemerintahan sebelumnya dan bahwa harga barang konsumsi seperti telur, kalkun Thanksgiving, dan tiket pesawat mulai menurun di bawah pemerintahannya.
Namun, upaya persuasi Trump menghadapi tantangan berat dari sentimen publik. Jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar rakyat Amerika masih sangat tertekan oleh biaya hidup.
Berdasarkan survei NPR/PBS News/Marist bulan ini, sebanyak 61% responden menyatakan bahwa situasi ekonomi tidak berjalan baik untuk mereka secara pribadi, dan 70% menilai biaya hidup di tempat mereka tinggal tidak terjangkau. Isu ekonomi diproyeksikan menjadi faktor penentu dalam pemilihan paruh waktu (midterm) tahun 2026.
Merespons kondisi ini, sejumlah politikus Partai Republik, termasuk Senator Lindsey Graham (R-S.C.), mendesak Trump untuk memprioritaskan isu-isu kesejahteraan rakyat.
"Kita perlu fokus pada, Anda tahu, memperbaiki masalah masyarakat, dan semakin kita bisa fokus pada itu, akan semakin baik," kata Graham kepada NBC News sebelum pidato.
Setelah pidato, Graham menambahkan: "Bersabarlah; bantuan sedang datang."
Pidato Trump merupakan upaya terkuatnya untuk meyakinkan publik bahwa ia berada di jalur yang benar dalam membuat kehidupan lebih terjangkau. Namun, di samping kecaman terhadap Biden, ia juga menyertakan catatan kehati-hatian bahwa pemulihan ekonomi penuh akan memakan waktu.
Ia menjanjikan penurunan suku bunga hipotek setelah menunjuk ketua Federal Reserve yang baru, serta rencana besar "reformasi perumahan" yang akan diluncurkan pada tahun 2026.
"Negara kita kembali," tegas Trump.
"Lebih kuat dari sebelumnya. Kita siap untuk ledakan ekonomi yang belum pernah dilihat bangsa ini. Ini belum selesai, tapi kita membuat kemajuan besar," imbuh Tru,p
Meskipun demikian, laporan ekonomi terkini menunjukkan beberapa tanda peringatan yang diabaikan dalam pidato Trump, seperti kenaikan tingkat pengangguran menjadi 4,6% pada November, level tertinggi dalam lima tahun terakhir, dan fakta bahwa Indeks Harga Konsumen terus meningkat setiap bulan sejak April, dengan tingkat inflasi mencapai 3% pada September.
Sumber: NBC News
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu







