Militer AS Gempur 70 Target ISIS di Suriah

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 20 Desember 2025 | 22:20 WIB
Ilustrasi gempuran AS terhadap ISIS. (Foto/Freepik)
Ilustrasi gempuran AS terhadap ISIS. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com - Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah militer Amerika Serikat (AS) meluncurkan serangan udara besar-besaran terhadap lebih dari 70 target yang diduga kuat terkait dengan kelompok teroris ISIS di wilayah Suriah tengah, Jumat (19/12/2025) waktu setempat.

Dilansir dari Xinhua News pada Sabtu (21/12/2025), Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa operasi ini merupakan serangan balasan langsung atas insiden berdarah pada 13 Desember lalu di Palmyra, Suriah, yang menewaskan dua tentara dan satu warga sipil AS.

Dalam operasi skala besar ini, militer AS mengerahkan lebih dari 100 amunisi presisi untuk menghancurkan infrastruktur dan gudang senjata milik ISIS. Serangan ini juga mendapat dukungan dari pesawat tempur Angkatan Bersenjata Yordania.

Laksamana Brad Cooper, Komandan CENTCOM, menegaskan bahwa langkah ini diambil demi keamanan nasional AS.

"Operasi ini sangat penting untuk mencegah ISIS menginspirasi rencana teror dan serangan terhadap wilayah Amerika Serikat. Kami akan terus tanpa henti mengejar teroris yang berupaya membahayakan warga Amerika dan mitra kami di seluruh wilayah," tegas Cooper.

Sementara itu, melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan keras kepada kelompok teroris mana pun yang berani mengusik Amerika. Trump juga mengklaim bahwa pemerintah Suriah memberikan dukungan penuh terhadap serangan tersebut.

Ia memperingatkan bahwa setiap ancaman terhadap AS akan dijawab dengan kekuatan yang belum pernah dialami sebelumnya. Senada dengan itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan posisi pemerintah melalui akun X miliknya.

"Ini bukan awal dari perang. Ini adalah deklarasi pembalasan," tulis Hegseth.

Menariknya, Kementerian Luar Negeri Suriah melalui akun X resminya secara terbuka menyatakan komitmennya untuk memberantas sisa-sisa kekuatan ISIS di wilayah mereka. Suriah bahkan mengundang koalisi internasional untuk bekerja sama dalam memulihkan stabilitas kawasan.

"Republik Arab Suriah mengundang Amerika Serikat dan negara-negara anggota koalisi internasional untuk mendukung upaya-upaya ini dengan cara yang berkontribusi pada perlindungan warga sipil dan pemulihan keamanan dan stabilitas di kawasan tersebut," tulis kementerian tersebut.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: