Kaleidoskop 2025: Perjalanan Pemerintah Menuju Swasembada Pangan

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Rabu, 31 Desember 2025 | 15:35 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengawal swasembada pangan  (Beritanasional/Elvis)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengawal swasembada pangan (Beritanasional/Elvis)

BeritaNasional.com - Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan Ujang Komarudin mengatakan, pihaknya optimis swasembada pangan bisa  terwujud pada 2028.

Rupanya, target tersebut disinggung oleh Presiden Prabowo Subianto saat melakukan rapat kabinet pada Rabu (22/1/2025).

"Kami selalu optimis. Kami menjalankan amanah rakyat, kami akan merealisasikan janji-janji kampanye dari Bapak Presiden," kata Ujang dalam acara Dialog Berita Nasional Malam.

Menurut Ujang, swasembada pangan merupakan janji yang perlu diwujudkan dalam pemerintahan Prabowo. Oleh karena itu, dia mengajak seluruh masyarakat untuk juga optimis.

Selanjutnya, pemerintah sepakat menyerap beras hingga 3 juta ton hingga April 2025. Hal ini sudah sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menyerap sebesar besarnya hasil produk dalam negeri khususnya beras. 

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, arahan Presiden Prabowo Subianto sudah jelas dan harus dilaksanakan. 

"Kita sudah sepakat menyerap beras sampai April 2025, itu 3 juta ton, sebagaimana arahan Bapak Presiden sebelum bertolak ke India dan kita tindak lanjutnya hari ini sudah sepakat," ujarnya.

Sementara itu, awal April 2025 Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas mengatakan, panen raya yang berlangsung di Jatitujuh, Majalengka, Jawa Barat merupakan bukti bahwa Indonesia mampu mewujudkan swasembada pangan atau beras.

Zulhas bersama jajaran kementerian dan lembaga di bidang pangan mendampingi Presiden Prabowo Subianto memimpin kegiatan panen raya serentak bersama petani di 14 provinsi dan 157 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Ia mengatakan, panen raya ini dilakukan sebagai wujud keseriusan pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali peran vital petani dalam menjaga kedaulatan negara saat menghadiri panen raya padi serentak di 14 provinsi, yang dipusatkan di Majalengka, Jawa Barat.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan penghargaan mendalam kepada para petani sebagai tulang punggung bangsa.

"Para petani adalah produsen pangan. Tanpa pangan, tidak ada negara. Tanpa pangan, tidak ada NKRI," kata Presiden di hadapan ribuan petani dan tamu undangan.

Awal Mei 2025, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi yakin Indonesia mampu mencapai swasembada pangan melalui penguatan stok beras nasional, inflasi terendah sepanjang sejarah, dan kebijakan strategis untuk meningkatkan produksi serta kesejahteraan petani.

"Inflasi rendah dan stok beras terjaga, kami optimistis Indonesia bisa mencapai swasembada pangan," kata dia.

Bapanas menyatakan, inflasi Indonesia tahun 2024 sebesar 1,57 persen menjadi yang terendah dalam sejarah, mencerminkan pengendalian harga pangan nasional yang berhasil dan patut diapresiasi oleh semua pihak.

Ia mengatakan, inflasi rendah didukung cadangan beras pemerintah (CBP) yang mencapai 3,1 juta ton, tertinggi sejak Indonesia merdeka dan menjadi fondasi kuat menuju ketahanan pangan.

“Sejak tahun 1958, inflasi Indonesia berada pada titik terbaik, di 1,57 persen (di 2024). Ini ditopang oleh ketersediaan beras yang juga terbaik dalam sejarah. Hari ini mencapai 3,1 juta ton," ucap Arief.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Republik Indonesia menyatakan, bangsa ini siap merebut swasembada pangan pada tahun ini.

“Ini hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke-80. Kita jadikan momen ini untuk melompat secara eksponensial semua komoditas, khususnya pangan. Insya Allah, tahun ini kita bisa merebut swasembada pangan,” kata Mentan Agustus lalu.

“Berkat dukungan yang luar biasa dari Bapak Presiden dan perjuangan kita semua, target swasembada bisa kita percepat. Dari empat tahun menjadi satu tahun,” ujar Mentan.

Mentan menyebutkan hingga September 2025, produksi beras nasional diproyeksikan surplus mencapai 4,86 juta ton. Stok beras di Perum Bulog pun menembus 4,2 juta ton.

Angka itu tertinggi sepanjang sejarah Indonesia Merdeka. Selain itu, Nilai Tukar Petani (NTP) naik hingga 122 persen, melampaui target pemerintah.

Belum lama ini, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga menyampaian kabar baik. Ia mengatakan, stok beras nasional saat ini mencapai 3,39 juta ton dan berada pada posisi tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka.

“Ini stok kita per detik ini tadi rapat 3,39 juta ton,” kata Amran seusai rapat koordinasi terbatas penetapan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) 2026 di Jakarta.

Ia menegaskan ketersediaan stok beras nasional berada dalam kondisi yang sangat aman untuk menghadapi berbagai kebutuhan, termasuk stabilisasi harga dan penyaluran bantuan pangan.

“Ini tertinggi selama merdeka,” ujar dia.

Amran mengatakan pemerintah terus mengawal produksi dan distribusi pangan, termasuk di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dengan memastikan pemulihan lahan pertanian berjalan.

Ia menyebut sawah yang rusak total akibat bencana sekitar 11.000 hektare, namun angka itu dinilainya relatif kecil dibanding luas baku sawah nasional sekitar 7 juta hektare.

Sumber: Antara
 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: