JIAT Pulau Yamdena Maluku Rampung, Petani Kini Bisa Panen hingga 3 Kali Setahun

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Selasa, 21 Juli 2026 | 13:29 WIB
Seorang petani Maluku melihat jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT). (BeritaNasional/KemenPU)
Seorang petani Maluku melihat jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT). (BeritaNasional/KemenPU)

BeritaNasional.com -  Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku telah merampungkan pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) yang tersebar di 13 titik Pulau Yamdena, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku. Kegiatan ini merupakan pelaksanaan Inpres No.2/2025 Tahap III yang menjadi bagian dari agenda nasional untuk memperkuat sektor pangan menuju swasembada.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pembangunan JIAT merupakan langkah strategis untuk menjamin ketersediaan air, terutama saat musim kemarau yang dipicu fenomena El Nino. Dengan sistem irigasi yang lebih andal, produktivitas pertanian diharapkan meningkat signifikan.

"Melalui JIAT ini, kita ingin memastikan ketersediaan air sehingga produktivitas pertanian meningkat dan ketahanan pangan semakin kuat," ujarnya, kemarin.

Dody juga menekankan agar pengembangan JIAT tidak hanya berfokus pada pembangunan sumur dan pompa air tanah, tetapi juga dilengkapi dengan jaringan saluran tersier sesuai dengan kondisi morfologi lahan sehingga mampu mengalirkan air secara lebih efektif hingga ke lahan pertanian.

Manfaat nyata dari proyek ini telah dirasakan petani, salah satunya oleh Anggota Kelompok Tani (Poktan) di Desa Latdalam, Curcil B Watumlawar. Menurutnya, dengan cakupan layanan seluas 108 hektare dan jaringan sepanjang 10,8 kilometer, keberadaan JIAT di Desa Latdalam mampu meningkatkan ketersediaan air bagi lahan pertanian. Sehingga aktivitas penanaman petani dapat berlangsung dengan lebih optimal.

Sebelum ada JIAT, para petani umumnya hanya dapat melakukan panen satu kali dalam setahun. Kini, berkat ketersediaan air yang lebih terjamin melalui pembangunan JIAT di Desa Latdalam, intensitas tanam meningkat sehingga petani dapat melaksanakan panen hingga tiga kali dalam setahun.

“Satu tahun kemarin itu kami cuma panen satu kali. Dan mungkin dengan adanya air, adanya sumur bor ini, kami selaku petani, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa melaksanakan panen dalam satu tahun bisa tiga kali panen,” ujar Curcil.

Pembangunan JIAT di Pulau Yamdena ini dilaksanakan oleh PT Hutama Karya (Persero) dengan menggunakan dana APBN 2025 sebesar Rp24,4 miliar. Proyek ini mencakup pembangunan 13 unit rumah pompa lengkap dengan panel dan pagar, 13 unit pompa submersible berbasis panel surya, 26 menara air, jaringan pipa High Density Polyethylene (HDPE) sepanjang 10.800 meter, serta 13 sumur bor.

Selain menjaga ketersediaan air, Kementerian PU juga terus memperkuat jaringan irigasi guna mendukung produktivitas pertanian di berbagai wilayah. Pada TA 2025, upaya tersebut dilakukan melalui rehabilitasi jaringan irigasi utama di 69 lokasi, peningkatan jaringan irigasi tersier melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di 441 lokasi, pelaksanaan Inpres Percepatan Pembangunan Irigasi di 69 lokasi, hingga pembangunan JIAT di 45 lokasi. 

Berbagai program tersebut diharapkan mampu meningkatkan keandalan layanan irigasi sehingga pasokan air bagi lahan pertanian tetap terjaga meski menghadapi musim kemarau.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: