Trump Ancam Hantam Iran Lebih Keras, Bidik Pulau Kharg dan Infrastruktur Minyak
BeritaNasional.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran.
Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menyatakan AS akan menggempur Iran dengan serangan yang lebih besar pada malam hari waktu setempat.
Trump juga mengklaim Washington akan mengambil alih Pulau Kharg, salah satu pusat ekspor minyak terpenting Iran, beserta sejumlah infrastruktur energi lainnya.
“Dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, kami akan mengambil alih Pulau Kharg dan sejumlah titik infrastruktur minyak lainnya, serta menguasai sepenuhnya pasar minyak dan gas mereka, seperti yang telah kami lakukan di Venezuela,” tulis Trump.
Selain itu, Trump kembali menegaskan klaimnya bahwa kemampuan militer Iran telah mengalami kerusakan besar akibat operasi yang dilakukan AS.
Negosiasi AS-Iran Dinilai Masih Rapuh
Di tengah meningkatnya ketegangan, proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran disebut masih berlangsung di belakang layar. Namun, sejumlah pengamat menilai peluang tercapainya kesepakatan tetap dibayangi ketidakpastian.
Profesor Sejarah dari University of Turin, Lorenzo Kamel, menilai posisi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjadi faktor utama yang membuat pembicaraan damai sulit mencapai titik terang.
“Setidaknya hingga pemilu Israel pada Oktober tahun ini, Netanyahu tidak akan pernah membiarkan perang melawan Iran berakhir. Karena itu, negosiasi ini akan tetap rapuh, dan setiap beberapa hari atau beberapa pekan kita akan terus melihat situasi seperti yang terjadi saat ini,” kata Kamel kepada Al Jazeera, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, Netanyahu membutuhkan konflik yang berlanjut untuk memperkuat posisinya di dalam negeri menjelang pemilu.
“Netanyahu membutuhkan perang ini untuk menunjukkan kepada publik Israel bahwa dirinya adalah pemimpin yang tidak tergantikan di masa perang,” lanjutnya.
Kamel juga menilai Trump memiliki peran penting dalam memperkuat kelompok sayap kanan Israel selama beberapa tahun terakhir.
“Apa yang kita saksikan saat ini, termasuk percakapan telepon yang bocor pekan lalu, sebagian besar merupakan pertunjukan politik untuk menunjukkan bahwa Trump memiliki pengaruh tertentu terhadap Netanyahu,” tandasnya.
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu







