Jawab Kritik, Prabowo Pastikan Pejabat Turun ke Lokasi Bencana Demi Pemulihan

Oleh: Ahda Bayhaqi
Kamis, 01 Januari 2026 | 15:12 WIB
Ketua MPR RI Ahmad Muzani memberikan bantuan kemanusian bagi masyarakat Aceh. (Foto/istimewa)
Ketua MPR RI Ahmad Muzani memberikan bantuan kemanusian bagi masyarakat Aceh. (Foto/istimewa)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto menanggapi kritik terkait kehadiran para pejabat, termasuk menteri, di lokasi bencana.

Prabowo menegaskan, kunjungan tersebut dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan, bukan sekadar simbolis.

“Jadi kalau ada, saya pernah dengar kritik seperti ini: untuk apa menteri datang ke tempat bencana, hanya datang melihat saudara-saudara serba susah. Menteri tidak datang dibilang tidak peduli, menteri datang lalu dibilang, masa menteri ikut macul? Bukan itu. Pejabat datang, pemimpin datang, untuk melihat apa kekurangannya, apa masalahnya, apa yang bisa kita bantu, dan mana yang bisa kita percepat,” ujar Prabowo di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026).

Prabowo sendiri telah beberapa kali meninjau langsung lokasi terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatra. Saat ini, ia mengunjungi Tapanuli Selatan dan Aceh Tamiang, dua daerah yang mengalami dampak cukup serius.

Menurut Prabowo, kehadirannya di lapangan bertujuan untuk mendengar langsung kebutuhan daerah dari para gubernur dan kepala daerah setempat.

Ia juga menegaskan bahwa seorang pemimpin harus siap menerima kritik, hujatan, bahkan fitnah, tanpa kehilangan fokus dalam bekerja.

“Saya sampaikan kepada para pimpinan, para menteri, kepala badan, gubernur, semuanya, salah satu kewajiban seorang pemimpin adalah siap dihujat dan siap difitnah. Tapi kita tidak boleh terpengaruh dan tidak boleh patah semangat. Semua itu kita terima sebagai koreksi, meskipun kadang berupa fitnah. Kalau kita tahu di hati kita bahwa itu tidak benar, jadikan itu kewaspadaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prabowo kembali menekankan bahwa para pejabat yang turun ke daerah bencana bukan untuk kepentingan wisata, melainkan untuk melihat langsung persoalan di lapangan dan mengambil keputusan.

“Saya mengerti psikologi rakyat Indonesia. Rakyat hanya percaya pada bukti. Sekarang kita dalam rangka membuktikan. Jadi kalau ada menteri atau pejabat turun ke lapangan, itu bukan untuk wisata. Mereka datang untuk melihat, mencatat, memahami, dan mengambil keputusan,” pungkasnya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: