Tak Lagi Jadi Raja Mobil Listrik Dunia, Penjualan Tesla Merosot Tajam pada 2025

Oleh: Tarmizi Hamdi
Sabtu, 03 Januari 2026 | 18:00 WIB
Gedung Tesla. (Foto/Tesla.com)
Gedung Tesla. (Foto/Tesla.com)

BeritaNasional.com - Raksasa otomotif milik Elon Musk, Tesla, harus menelan pil pahit setelah melaporkan penurunan penjualan tahunan untuk kedua kalinya secara berturut-turut.

Kondisi ini dipicu oleh kebijakan pajak di Amerika Serikat (AS) dan gempuran hebat dari produsen otomotif asal China.

Berdasarkan data resmi perusahaan, Tesla hanya mampu mengirimkan 1,63 juta kendaraan secara global sepanjang 2025.

Dilansir dari TechCrunch pada Sabtu (3/1/2026), angka ini turun 9 persen jika dibandingkan dengan pencapaian pada 2024 yang mencapai 1,79 juta unit. Dari total tersebut, sekitar 50.850 unit merupakan kategori "model lain" yang mencakup Cybertruck serta model lawas seperti Model S dan X.

Kinerja Tesla di pengujung 2025 tercatat jauh di bawah ekspektasi para analis. Pada kuartal keempat, penjualan hanya menyentuh angka 418.227 unit, anjlok 15,6% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Kabar lesunya penjualan ini langsung berdampak pada pasar modal, di mana saham Tesla terpantau merosot lebih dari 2% saat perdagangan dibuka setelah libur Tahun Baru.

BYD Rebut Takhta Global

Dominasi Tesla sebagai pemimpin pasar kendaraan listrik (EV) dunia kini resmi berakhir. Produsen asal China, BYD, sukses mengambil alih posisi puncak dengan mengirimkan 2,26 juta kendaraan listrik sepanjang 2025.

Tesla menghadapi situasi sulit di berbagai lini:

  • Eropa & Tiongkok: Pangsa pasar terus tergerus oleh pesaing lokal Tiongkok yang lebih agresif.
  • Amerika Serikat: Meski produk Tiongkok dilarang masuk, Tesla tetap kesulitan karena penghapusan kredit pajak federal sebesar $7.500.

Sebelumnya, konsumen sempat menyerbu Tesla pada kuartal ketiga hingga mencetak rekor penjualan 497.099 unit demi mengejar insentif pajak tersebut.

Namun, setelah subsidi dicabut, minat pembeli menurun drastis meski perusahaan telah melakukan berbagai upaya promosi.

Ambisi AI vs Realitas Bisnis

Di tengah tren penurunan ini, Elon Musk selaku CEO tengah mencoba mengubah arah kemudi perusahaan. Ia berupaya menggeser fokus Tesla dari sekadar produsen mobil menjadi perusahaan berbasis kecerdasan buatan (AI) dan robotika melalui konsep "Kelimpahan Berkelanjutan" dalam Rencana Induk IV.

Namun, visi masa depan Musk ini harus berbenturan dengan realitas finansial perusahaan. Pasalnya, tulang punggung pendapatan Tesla masih sangat bergantung pada sektor otomotif.

Sebagai gambaran, dari total pendapatan USD28 miliar pada kuartal ketiga, sebesar USD21,2 miliar di antaranya masih disumbang oleh penjualan mobil listrik.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: