Iran Kecam AS Buntut Ancaman Trump untuk Turun Tangan atas Tewasnya Demonstran

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 03 Januari 2026 | 19:01 WIB
Iran kecam AS buntut ancaman Trump untuk turun tangan atas tewasnya demonstran. (BeritaNasional/Gemini AI-Kiswondari)
Iran kecam AS buntut ancaman Trump untuk turun tangan atas tewasnya demonstran. (BeritaNasional/Gemini AI-Kiswondari)

BeritaNasional.com - Menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang akan turun tangan atas jatuhnya korban tewas dalam aksi protes terhadap pemerintahan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Pemerintah Iran mengecam keras pernyataan sejumlah pejabat AS dan Trump, yang berniat mengintervensi urusan dalam negeri Iran yang tengah dilanda aksi protes besar-besaran.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran dalam pernyataan resminya mengatakan, langkah tak bertanggung jawab tersebut adalah kelanjutan dari langkah ilegal dan perundungan AS terhadap bangsa Iran. Selain melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan hukum internasional terkait kedaulatan negara, pernyataan AS juga merupakan hasutan tindak kekerasan dan terorisme melawan rakyat Iran.

Kemlu Iran menyebut, klaim AS "menyayangi" bangsa Iran sebagai ungkapan yang munafik serta upaya membohongi publik dan menutup-nutupi kejahatan yang telah dilakukan mereka terhadap Iran.

Iran kemudian menyoroti pentingnya peran dan tanggung jawab Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB dan Dewan Keamanan PBB untuk melindungi perdamaian dan keamanan internasional menghadapi sikap sepihak AS.

Ditegaskan pula bahwa rakyat Iran tidak akan mengizinkan adanya intervensi dengan niat buruk dalam proses dialog untuk mengatasi masalah dalam negeri.

Kemlu Iran juga menyebut sejumlah peristiwa bersejarah yang merupakan contoh jelas akan kebencian AS terhadap Iran, antara lain, kudeta terhadap Perdana Menteri Mohammad Mossadegh pada 1953, dukungan terhadap Irak dalam perang melawan Iran, serta penembakan pesawat penumpang di Teluk Persia pada 1988 yang menewaskan 300 orang.

Kemudian, dukungan AS terhadap Israel dalam serangan terhadap infrastruktur vital dan fasilitas nuklir 2025 lalu, pembunuhan dan teror terhadap rakyat Iran, serta sanksi berat selama puluhan tahun yang menyerang hak dasar dan kehidupan rakyat Iran.

Kemlu Iran juga memandang bahwa ancaman yang disampaikan pejabat AS terhadap negaranya itu selaras dengan kebijakan rezim Zionis Israel yang ingin meningkatkan ketegangan di kawasan.

Republik Islam Iran menegaskan akan merespons setiap agresi secara cepat, tegas, dan komprehensif.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: