Invasi AS-Israel ke Iran, Komisi I DPR Minta Pemerintah Indonesia Segera Bersikap
BeritaNasional.com - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin meminta pemerintah segera bersikap atas serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran. Serangan militer ini berpotensi menimbulkan konsekuensi serius dari sisi geopolitik kawasan dan dampak ekonomi global, termasuk Indonesia.
Ia menilai, serangan terbuka ini akan semakin memanaskan situasi di Timur Tengah dan berpotensi memundurkan upaya meredakan ketegangan di Gaza oleh Dewan Perdamaian ata Board of Peace (BoP).
"Serangan terbuka Israel dan kemudian disusul pernyataan President Donald Trump yang menyatakan AS bergabung dalam operasi militer baru-baru ini memunculkan sebuah pandangan bahwa ada kepentingan yang sangat besar untuk penguasaan Iran secara de facto oleh Israel dan sekutunya Amerika Serikat. Situasi ini tentu akan berdampak pada stabilitas kawasan termasuk juga negara-negara di kawasan lain tentunya memantau situasi di Iran dalam suasana was-was yang berpotensi kontraproduktif," ujar TB Hasanuddin, Sabtu (28/2/2026).
Serangan Israel ke Iran ini, menurut Hasanuddin, menunjukkan tidak ada niat tulus bagi Amerika Serikat dan Israel untuk mendamaikan Palestina.
"Dari kejadian ini, kita harus menyimpulkan bahwa tidak mungkin Donald Trump dan Benjamin Netanyahu memiliki niat sungguh-sungguh untuk mendamaikan Palestina. Fakta di lapangan justru menunjukkan eskalasi konflik yang semakin meluas," ujarnya.
"Kita menjadi semakin tidak percaya bahwa BoP benar-benar memiliki misi tulus untuk perdamaian, jika yang terjadi justru perluasan konflik dan serangan militer ke negara lain," lanjutnya.
Dampak serangan ini dinilai berpotensi mempengaruhi stabilitas ekonomi global, khususnya di bidang energi. Dua pekan lalu, Iran sempat menggertak dengan menutup Selat Hormuz jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia meski hanya berlangsung beberapa jam.
"Bukan tidak mungkin Iran akan kembali menutup Selat Hormuz atau wilayah tersebut menjadi kawasan konflik bersenjata. Jika itu terjadi, harga minyak dunia bisa melonjak tajam. Ini akan berdampak serius bagi Indonesia yang masih mengimpor minyak," jelasnya.
Hasanuddin pun meminta pemerintah Indonesia segera menentukan sikap jelas, tegas dan lugas terhadap invasi Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Sesuai amanat konstitusi, Indonesia menolak segala bentuk penjajahan dan mendukung perdamaian dunia.
"Presiden atau Menteri Luar Negeri harus segera menyampaikan posisi resmi Indonesia. Apalagi pemerintah kita sudah berpartisipasi jauh dalam isu Timur Tengah melalui partisipasi BoP. Sudah saatnya aktivisme diplomasi kita yang aktif beberapa bulan terakhir ini menunjukkan hasil apakah benar kita dipandang dan memiliki posisi strategis secara global, atau masih jauh panggang dari api," pungkasnya.
Diketahui, Israel melancarkan serangan udara terhadap wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat. Dua suara ledakan dilaporkan terdengar di area Teheran, ibu kota Iran, pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat. Kantor berita Iran, Fars, dalam laporannya menyebut ledakan itu dipicu oleh serangan rudal.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







