Korlantas Polri: 3.183 Kecelakaan dan 403 Orang Tewas Selama Musim Nataru

Oleh: Bachtiarudin Alam
Sabtu, 03 Januari 2026 | 15:56 WIB
Ilustrasi kecelakaan beruntun. Foto/Freepik)
Ilustrasi kecelakaan beruntun. Foto/Freepik)

BeritaNasional.com - Korlantas Polri telah menghimpun data angka kecelakaan selama musim mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 dalam pelaksanaan operasi lilin digelar dari 20 Desember hingga 2 Januari di seluruh wilayah Indonesia.

Tahun ini, ada 3.183 kecelakaan lalu lintas dengan 403 orang korban jiwa. Meski demikian, data tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Jumlah kecelakaan lalu lintas tahun 2024 tercatat 3.430 kejadian, sedangkan 2025 tercatat 3.183 kejadian sehingga mengalami penurunan 247 kejadian atau sekitar 7,20 persen," kata Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho kepada wartawan pada Sabtu (3/1/2025).

"Korban meninggal dunia tahun 2024 tercatat 553 orang, turun menjadi 403 orang pada tahun 2025, sehingga mengalami penurunan 150 orang atau sekitar 27,12 persen," tambahnya.

Di sisi lain, Agus mengatakan, untuk pengaturan lalu lintas selama Nataru, pihaknya telah melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas. Mulai one way hingga contraflow di beberapa ruas jalan.

"Secara umum, pelaksanaan rekayasa lalu lintas berjalan aman, tertib, dan terkendali, serta efektif dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas pada ruas-ruas strategis selama Operasi Lilin 2025," tuturnya.

Agus melanjutkan, data kendaraan keluar dan masuk Jakarta sejak 18 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 terpantau mencapai dua jutaan kendaraan dari empat gerbang tol, yakni Gerbang Tol Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Ciawi, dan Cikupa.

"Total keluar Jakarta 2.638.186 kendaraan. Total masuk Jakarta 2.472.184 kendaraan," bebernya.

Berdasarkan data tersebut, Agus mengatakan pergerakan masyarakat yang keluar dari wilayah Jakarta meningkat berlibur pada musim libur Nataru.

‘’Sementara itu, arus masuk Jakarta relatif stabil dengan kecenderungan menurun, menandakan arus balik dapat dikendalikan dengan baik dan tersebar secara merata," tandas Agus.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: